DECEMBER 9, 2022
Hukrim

Identitas Mayat Dalam Karung Teridentifikasi

post-img

DIEVAKUASI: Mayat dalam karung saat dibawa petugas kepolisian dari lokasi penemuan, di pinggir jalan di Kampung Jongjing, Desa Cerukcuk, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Sabtu (30/7). (Polres Serang for Radar Banten)


SERANG - Identitas mayat di dalam karung yang di­temukan di tempat pembuangan sampah liar di Kam­pung Jongjing, Desa Cerukcuk, Kecamatan Ta­­nara, Kabupaten Serang, pada Sabtu (30/7) pagi ber­hasil diungkap oleh Satreskrim Polres Serang. Mayat perempuan tersebut merupakan warga Ta­ngerang. 

“Sudah teridentifikasi, dia (korban-red), warga Ta­ngerang. Untuk identitasnya ada di kantor (Rumah Sakit Bhayangkara-red), kebetulan saya lagi di luar,” ungkap sumber Radar Banten di RS Bhayangkara, Polda Banten, Minggu (31/7) sore.

Proses identifikasi terhadap korban dilakukan m­e­lalui pemeriksaan sidik jari atau finger print. “Diketahui­ identitasnya setelah pemeriksaan finger print. Penyidik, informasinya sudah ke rumah korban (di Tangerang-red),” katanya. 

Dia mengungkapkan, proses autopsi terhadap mayat ter­sebut sudah dilakukan. Bahwa, sebutnya, korban tidak dalam kondisi hamil kendati perutnya terlihat mem­besar. 

“Itu perutanya membesar itu karena gas, bukan ka­rena hamil,” tegas sumber Radar Banten tersebut. 

Terkait hasil autopsi, dia enggan menjelaskannya. Dia mengarahkan Radar Banten untuk mengonfir­masi­nya kepada penyidik langsung. 

“Tanya penyidik aja jangan ke saya (soal hasil autopsi-red), coba hubungi Dedi (Kasatreskrim Polres Se­rang AKP Dedi Mirza-red),” katanya.

Kasi Humas Polres Serang Inspektur Polisi Satu (Iptu) Dedi Jumhaedi mengaku belum tahu bahwa ide­n­titas korban sudah diketahui. “Saya belum tahu, saya belum dapat informasi,” katanya. 

Dedi mengungkap, mayat dalam karung yang di­temukan di tempat sampah tersebut saat ini masih be­r­ada di RS Bhayangkara Polda Banten. “Penyidik telah membawa jenazah temuan di Tanara, Serang, ke RS Bhayangkara Banten pasca olah TKP (Tempat Ke­jadian Perkara-red),” kata Dedi. 

Dedi mengatakan, sebelum dilakukan autopsi, tim dokter forensik RS Bhayangkara Banten mengidentifikasi kor­ban dan properti yang melekat pada jasadnya. Akan tetapi, tidak ditemukan kartu identitas apa pun pada korban. 

“Tidak ada identitasnya,” ungkap Dedi. 

Dia menjelaskan, dari ciri fisiknya, korban berumur se­kitar 25-30 tahun. Tinggi badan sekitar 157 sentimeter, pe­rawakan agak gemuk, dan perut buncit. 

“Rambut hitam lurus sebahu, pada kaki kanan kiri ter­dapat bekas penyakit kulit yang sudah sembuh ber­warna kehitaman,” tutur Dedi. (fam/don)