Sarip (40) nama samaran menganggap dirinya lelaki paling bahagia di dunia, meski tidak bergelimang harta tapi bisa punya bini dua. Wah, kok bisa?
Sarip bercerita, ia memang tidak kaya, tampangnya juga biasa saja. Tapi ia bisa mengambil hati wanita, termasuk dapat restu istri pertama, kita panggil saja Omah (38) buat nikah lagi dan punya istri muda, Siti (30) bukan nama sebenarnya.
Namun Sarip pun mengakui, jika butuh perjuangan panjang dan melelahkan untuk bisa sampai di posisinya saat ini. Terlebih, bersama Omah ia sudah dikaruniai empat anak.
“Berat kalau dipikir-pikir mah, tapi karena saya mah selalu enjoy menjalani setiap persoalan, jadi ya bisa aja,” kata Sarip bangga.
Sarip mengaku, sejak muda ia memang senang ganti-ganti pasangan, kalau sudah agak bosan pasti putus dan langsung dapat pacar baru.
Tapi banyak orang yang senang dengannya karena Sarip sangat hambel ke setiap orang, solid, dan mau membantu teman yang sedang kesusahan.
Sampai akhirnya ia bertemu dengan Omah, mereka jatuh cinta dan menikah. Di awal rumah tangga kehidupan mereka serba kekurangan karena Sarip kerja serabutan.
Sampai akhirnya karena banyak orang yang senang, Sarip diangkat jadi ketua RT, ia dikenal sebagai RT yang bertanggung jawab dan menyenangkan.
Setiap ada warganya butuh bantuan, Sarip menanganinya dengan santai dan tidak pernah memaksa minta uang, yang ada justru warga sukarela memberinya uang.
Karena sikap hambel dan pintar ngomong, Sarip diajak salah satu anggota dewan di kampungnya sebagai sopir dan ajudan. Sejak saat itulah kehidupan Sarip berubah.
Kedekatannya dengan anggota dewan itu membuatnya dipandang hormat oleh warga lainnya, terutama para wanita. Apalagi Sarip juga sering diajak keliling kota dan bertemu banyak perempuan.
“Nah saya kepincut sama perempuan Karawang, dia mau saya nikahin meski saya udah punya anak istri,” katanya.
Awalnya sih nikah siri dan merahasiakan hubungan itu dari Omah. Dari istri mudanya ia dikaruniai anak dan hidup bahagia. Karena waktu itu sering dapat bonusan dari anggota dewan, Sarip masih bisa mengatur keuangan.
“Tinggal dibagi aja, setengah buat Omah, setengah lagi buat bini muda,” katanya.
Tapi sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan menginjak tanah, rahasia Sarip terbongkar juga, Omah mengamuk sampai-sampai minta cerai.
Sarip pun dilengserkan dari ketua RT akibat ulahnya nikah diam-diam. Karena tak mau terbawa emage buruk, si anggota dewan pun tidak mau lagi mempekerjakan Sarip.
Masa-masa sulit itu mulai terasa, Sarip dan Omah pisah ranjang tiga bulan. Tapi seiring berjalannya waktu, hubungan mereka mencair dengan sendirinya, Omah juga tidak lagi mengungkit-ungkit masalah perselingkuhan.
Sarip yang pandai bersosialisasi kemudian punya banyak teman orang partai, bahkan pergaulannya lebih meluas hingga ke orang kepolisian kenal Sarip.
Ketika saudara, bahkan anaknya terkena masalah seperti kena tilang, atau kasus pidana, Sarip bermodal pergaulan luasnya bisa menyelesaikan masalah itu.
Wibawa dan kehormatannya tidak hilang di mata masyarakat, bahkan Omah sendiri sudah menerima Sarip lagi dan melupakan masa lalu.
“Alhamdulillah sampai sekarang lancar-lancar aja, kuncinya tetap tenang dan harus berwibawa,” katanya. (drp)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
