DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Gandeng Perusahaan Kembangkan Pertanian

post-img

SERANG - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang mendorong kerja sama antara kelompok tani dengan pe­ru­sahaan industri untuk mengem­bangkan pertanian. 

Salah satunya yang dilakukan Gabu­ngan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Kramatwatu dengan PT Wilmar Padi Indonesia. Melalui kerja sama ini, para petani diberdayakan dengan metode demplot.

Demplot atau demontration plot adalah metode penyuluhan pertanian yang ditujukan kepada petani dengan cara membuat lahan percontohan, dengan maksud agar para petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan.

Direktur Unit Bisnis PT Wilmar Saronto mengatakan, bentuk kerja sama ini ialah petani diberikan bibit, pupuk hasil kerja sama dengan Syngenta, dan pestisida yang pembayarannya nanti ketika masa panen tanpa ada bunga.

“Hasil panen gabahnya pun, akan dibeli oleh Wilmar dengan harga yang bagus bagi petani,” katanya pada acara panen raya padi dan gelar produk di Demplot Lahan PT Wilmar, Jalan Tonjong-Terate, Desa Pamengkang, Kecamatan Kramatwatu, Rabu (31/8).

Saat ini, baru ada 17 hektare lahan petani yang bekerja sama dengan Wilmar Padi Indonesia. Hasil panen padi mencapai 6 ton atau 15 persen. Ia menargetkan musim tanam berikutnya bertambah menjadi 500 hektare, kemudian di tahun depan bisa 2.000 hektare.

“Namun kami melakukan seleksi terhadap petani yang akan bekerja sama, salah satu indikator tentu petani yang jujur, tidak akan berkhianat dengan menjual gabah ke yang lain,” katanya.

Ia menyampaikan, ada tiga jenis beras kualitas premium yang diproduksi dari hasil kerja sama ini yakni Ciherang, Inpari 32, dan Mikongga. 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana menilai, dengan kerja sama ini, petani mendapat pengenalan teknologi pertanian dan pupuk baru dengan kualitas bagus sehingga secara signifikan mampu meningkatkan produktivitas pertanian.

“Ada dua keuntungan yang kita dapatkan, pertama, petani kita belajar tentang teknologi pertanian dan pupuk baru, kedua, petani menjadi suplyer gabah ke Wilmar,” kata Zaldi.

Dijelaskan Zaldi, dengan adanya kerja sama ini, harga gabah naik namun harga beras tidak ikut naik. Hal ini pun menjadi penekanan Zaldi terhadap Wilmar agar ke depan ada kerja sama serupa dengan penggilingan padi lokal. Supaya tidak hanya gabah yang disuplai, tapi bisa juga beras pecah kulit atau beras medium.

“Tapi tentu nanti harus ada seleksi bagi penggiling yang bisa kerja sama dengan Wilmar, tapi kami harap hal ini bisa terlaksana, karena saat ini harga gabah secara umum Rp3.500 kalau dijual ke Wilmar Rp5.000,” jelasnya. (drp/jek)