DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Kabupaten Serang Jadi Percontohan

post-img

Program ITC-IPDMIP Kemendagri

SERANG - Kabupaten Serang dijadikan pilot project (percontohan) program Information and Communication Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (ICT-IPDMIP). 

Program IPDMIP merupakan tindak lanjut Dirjen Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membuat program ICT untuk para petani.

Koordintaor Lapangan ICT-IPDMIP Provinsi Banten Ene Sa’diyah menutur­kan, di Provinsi Banten hanya Kabupa­ten Serang yang dijadikan pilot project program ITC-IPDMIP tersebut. 

“Kemarin (Selasa 30 Agustus) ada 40 petani yang kita beri sosialisasi. Acara sosialisasinya di Aula Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah),” ujar Diah melalui rilis Diskominfosatik Kabupaten Serang, Rabu (31/8).

Perempuan yang akrab disapa Diyah ini mengatakan, sosialisasi tersebut diikuti para petani dari Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu dan Desa Cipayung, Kecamatan Padarincang. Mereka dikenalkan mengenai manfaat aplikasi matani.id. 

“Aplikasi yang dibuat Kementerian Dalam Negeri itu mendukung pening­katan pendapatan petani,” katanya.

Diyah mengatakan, program ICT-IPDMIP sebagai tindaklanjut program IPDMIP di Kabupaten Serang. Dirjen Pembangunan Daerah Kemendagri membuat program ICT untuk para petani.

“Melalui program ICT-IPDMIP ini bagaimana membuat model bisnis perta­nian di era digitalisasi. Salah satu­nya di dalam ICT ini produknya sebuah aplikasi namanya matani.id yang bisa di download di play store,” ujarnya.

Melalui aplikasi matani.id itu, lanjut Diyah, para petani bisa berkomunikasi dengan petani lain di Indonesia untuk berbagi pengetahuan. “Jadi aplikasi ini mirip dengan facebook, petani bisa buat status dan komentar mengenai pertanian, ada artikel-artikel terkait pertanian baik pembenihan, penana­man dan yang lainnya,” terangnya.

Namun aplikasi ini baru tahap diso­sialisasikan dan masih terus dilakukan pembaruan oleh Kemendagri. “Di dalamnya ada empat komponen, salah satunya ada namanya marketplace, jadi petani bisa menjual produk pertaniannya lewat aplikasi ini,” jelas Diyah. (jek)