DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Stok Telur Dipastikan Surplus

post-img

SERANG – Stok telur ayam di Kabupaten Serang dipastikan masih suprlus. Meskipun harga telur di pasaran tinggi.

Sebelumnya, harga telur ayam di pasar menga­lami kenaikan sejak beberapa pekan lalu. Kondisi itu dikeluhkan oleh pedagang dan pembeli karena harus menambah modal dan mengocek uang lebih.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana mengatakan, tingginya harga telur ayam di pasaran bukan karena stok yang langka. Namun disebabkan oleh faktor lain.

Faktor lain itu, di antaranya turunnya bantuan pangan non tunai (BPNT) dari pemerintah untuk tiga bulan, sehingga terjadi pembelian besar-besaran di seluruh daerah.

"Untuk stok atau suplay telur kita sudah surplus, tapi memang harganya saat ini di Kabupaten Serang tertinggi," kata Zaldi kepada wartawan du Kecamatan Kramatwatu, Rabu (31/8).

Selain BPNT, kenaikan harga telur juga disebabkan oleh harga pakan ayam yang naik sejak tahun lalu. Kata Zaldi, kondisi ini merupakan dampak dari perang Rusia-Ukraina karena ekspor gandum berkurang sehingga membuat harga pakan meningkat.

Ia mengatakan, saat ini harga telur ayam paling murah Rp27.500 per kilogramnya, bahkan ada juga yang mencapai Rp30 ribu per kilogram. Zaldi berharap bulan depan harga telur sudah turun di angka Rp24 ribu perkilogram. 

"Karena stok telur tahun ini di Kabupaten Serang sekira 17 ribu butir, sudah surplus," ucapnya.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Perdagangan pada Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang Titi Purwitasari mengatakan, harga telur ayam di pasaran sudah ada yang mencapai Rp32 ribu per kilogram. 

"Stok telur memang surplus, tapi di pasaran harganya masih tinggi, Itu karena harga pakan ternak yang juga tinggi, jadi bukan karena kelangkaan," kata Titi.

Namun Titi memastikan, berdasarkan ketera­ngan Kementrian Perdagangan (Kemendag) RI, harga telur ayam akan dikembalikan lagi ke harga normal. 

"Entah mekanismenya seperti apa, apakah ada subsidi ke pakan ternak atau bagaimana, yang jelas sih katanya dalam waktu dekat akan normal," ujarnya.

Saat ini, lanjut Titi, harga telur dari distributor sebesar Rp29 ribu per kilogram. Harga itu mengalami kenaikan dari biasanya sebesar 43 persen. Namun ia memperkirakan, dalam waktu satu bulan ke depan, harga telur akan kembali normal ke harga Rp24 ribu per kilogram. 

“Kami juga terus melakukan pemantauan harga telur dan bahan pokok lainnya di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Serang,” pungkasnya. (drp/jek)