DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Waruwangi Diminta Benahi Keamanan

post-img

SERANG - Dinas Satuang Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang sudah mendatangi objek wisata Bukit Waruwangi di Kecamatan Padarincang. Itu menindaklanjuti tragedi sepasang remaja yang tersambar petir saat berada di dalam tenda.

Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Ajat Sudrajat mengatakan, perkemahan di Bukit Waru­wangi sudah ditutup sementara. Pihaknya meminta sistem keamanan di agro wisata itu ditingkatkan.

"Intinya perkemahan (di Bukit Waruwangi) operasionalnya sudah dihentikan, ada kekurangan fasilitas yang harus dipenuhi pengelola," katanya, Jumat (30/9).

Ajat mengatakan, kekurangan fasilitas itu di antaranya penangkal petir, plang peringatan, dan petugas khusus yang memberikan peringatan lang­sung kepada wisatawan melalui pengeras suara. "Perkemahannya ditutup sampai fasilitas itu dilengkapi," ujar Mantan Camat Petir ini.

Terkait perizinannya, Ajat menjelaskan Bukit Waru­wangi mengantongi izin wisata agro. Izin itu sudah termasuk wahana perkemahannya. "Ka­lau perkemahan itu izinnya include dengan wisata agro, tapi kita minta lengkapi dulu fasilitas­nya," ucapnya.

Dikatakan Ajat, pada peristiwa sepasang muda mudi tersambar petir itu sebenarnya berada di luar wilayah Bukit Waruwangi. Tapi, petugas Waruwangi juga lalai tidak mengingatkannya. "Korban tersambar petir itu mendirikan kemah di luar kawasan perkemahan Waruwangi," ucapnya.

Kemudian Ajat juga meminta kepada pengelola Waruwangi untuk memperketat penggunaan perkemahan supaya tidak digunakan oleh pasangan bukan suami istri. "Kita juga tidak ingin perkemahan ini dijadikan tempat negatif," katanya.

Sebelumnya Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menegaskan perkemahan Bukit Waruwangi untuk ditutup dan mengecek perizinannya. Kebijakan itu diambil karena di perke­mahan itu sudah menelan korban jiwa.

Tatu juga mengaku kerap mendapat­kan laporan dari tokoh masyarakat jika perkemahan itu disalahgunakan oleh pasangan yang bukan muhrim. "Saya minta pihak pengelola untuk lebih selektif, jangan sampai disalah­gunakan," pungkasnya. (jek)