SERANG - Kasus penemuan mayat perempuan dalam karung pda Sabtu (30/7) pagi terungkap. Kemarin (8/1), penyidik gabungan dari Polres Serang dan Polda Banten telah menangkap pelakunya.
“Hanya dalam 2x24 jam sejak jasad korban ditemukan di tepi jalan di Tanara pada Sabtu (30/7) pagi, penyidik Ditkrimum Polda Banten dan Polres Serang berhasil menangkap pelaku pembunuhan tersebut,” kata Kabid Humas Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Shinto Silitonga.
Misteri penemuan mayat perempuan di dalam karung yang dibuang di tempat pembuangan sampah liar di Kampung Jongjing, Desa Cerukcuk, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, pada Sabtu (30/7) pagi itu terkuak setelah penyidik kepolisian berhasil mengungkap identitas korban. Dijelaskan Shinto, dengan pendekatan Scientific Criminal Investigation (SCI) berbasis face recognizer and fingerprint identification system, penyidik mengetahui identitas korban. Sehingga, penyidik bisa segera memprofilkan pelakunya.
“Apa motif pelaku membunuh, bagaimana cara korban dibunuh, dan mengapa pelaku tega membuang jasad korban dengan menggunakan karung di tumpukan sampah tepi jalan akan dijelaskan besok dalam press conference-nya yang akan dilaksanakan pada Selasa (2/8) pukul 10.00 WIB di Bidhumas Polda Banten,” kata Shinto.
Kasi Humas Polres Serang Inspektur Polisi Satu (Iptu) Dedi Jumhaedi menyampaikan bahwa penyidikan kasus tersebut mendapat kabar baik setelah korban berjenis kelamin perempuan itu berhasil diidentifikasi. Bahwa, korban merupakan warga Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
Namun, Dedi enggan mengungkap identitas korban. Ia khawatir bila identitas korban dibocorkan ke publik, justru akan mengganggu proses penyidikan.
“Untuk kepentingan penyidikan, maka identitas yang bersangkutan belum dapat diinformasikan terbuka kepada publik. Namun, penyidik sudah memastikan bahwa jenazah dalam karung tersebut sudah berhasil diidentifikasi pada Minggu (31/7) malam,” kata Dedi.
Dedi menuturkan, pengungkapan identitas korban berkat peran media massa. Setelah foto korban disebar melalui pemberitaan, ada dua keluarga yang melapor ke polisi. Keluarga ini tengah mencari saudaranya.
“Penyidik Polres Serang telah menyebar informasi jenazah tanpa identitas meluas dengan bantuan media massa dan media sosial. Pasca sebaran informasi meluas tersebut, pada Minggu (31/7) sekitar sore hari telah datang dua keluarga yang ingin kroscek langsung ke RS Bhayangkara,” kata Dedi.
Dari penggambaran yang disampaikan kedua keluarga itu, ungkap Dedi, salah satunya memiliki beberapa kecocokan dengan data primer dan data sekunder korban.
“Ada beberapa kecocokan data primer berupa sidik jari dan data sekunder seperti tinggi badan, usia, profil gigi, tanda khusus di pipi serta bekas luka lama di kaki, sehingga disimpulkan identik dengan nama yang disampaikan keluarga tersebut,” kata Dedi.
Terkait penyebab kematiannya korban, Dedi mengaku belum mengetahuinya. Sebab, tim forensik RS Bhayangkara masih menunggu hasil analisa patologi anatomi dari RS Drajad Prawiranegara, Kabupaten Serang.
“Untuk mengetahui sebab matinya korban, tim forensik RS Bhayangkara masih menunggu hasil analisa patologi anatomi dari RS Drajad Prawiranegara. Untuk meninggalnya korban, diperkirakan sudah satu sampai tiga hari saat ditemukan,” tutur Dedi. (fam/don)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
