DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Ketersediaan Pupuk Bersubsidi Langka

post-img

SERANG – Para petani di Kabupaten Serang mengeluhkan ketersediaan pupuk bersubsidi yang langka. Hal itu berimbas pada proses masa tanam padi.

Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Serang Anani Syarif mengatakan, kelangkaan pupuk terjadi sejak musim tanam 2020-2021. "Sekarang petani lagi kesusahan nyari pupuk, kalau­pun ada harganya naik," katanya kepada Radar Banten, Kamis (1/9).

Dijelaskan Anani, harga pupuk urea yang sebelumnya hanya Rp90 ribu per karung, naik menjadi Rp112.500 per karung. Sehingga petani harus menambah ongkos produksi pertanian. Sementara hasil panen ketika dijual ke tengkulak harganya rendah. “Panen kemarin saja, jual ke tengkulak cuma dihargai Rp4 ribu perkilogram, bah­kan bisa di bawah itu,” akunya.

Anani mengatakan, untuk memenuhi ke­butuhan masa tanam, para petani ter­paksa membeli pupuk non subsidi atau menggunakan pupuk buatan. “Mau gimana lagi, terpaksa keluar modal lebih besar,” katanya.

Kendati demikian, Anani sudah berupaya berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Serang dan pihak perusahaan industri. Ia meminta agar perusahaan dapat memperluas wilayah kerja sama ke kawasan pertanian di Serang Timur dan Serang Utara 

Anani menilai, salah satu kawasan perta­nian di Kecamatan Pamarayan sangat berpo­tensi karena memiliki lahan irigasi teknis yang biasa mengaliri 800 hektare lahan pertanian. Seperti di Desa Wirana, Sangiang, Pamarayan dan Desa Kampung Baru.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian Kabupaten Serang Oyat membenarkan kelangkaan pupuk bersubsidi, hal itu terjadi akibat pasokan pupuk yang masuk jumlahnya jauh lebih sedikit ketimbang alokasi usulan kebutu­han pupuk petani. “Usulannya besar, tapi yang datang hanya setengahnya, tidak sesuai dengan kebutuhan,” kata Oyat.

Dijelaskan Oyat, untuk usulan pupuk urea bersubsidi tahun 2022 dari Pemprov Banten untuk Kabupaten Serang yang terealisasi hanya 16 ton, dilanjutkan SP36 sebanyak 54 ton, ZA 37 ton, MPK 4.516 ton dan pupuk organik 3.197 ton. (drp/jek)