DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Ari Muhtadi Ingin Bangun Tanah Kelahiran

post-img

Ari Muhtadi


SERANG – Kursi legislatif DPRD Kabupaten Serang saat ini banyak diisi oleh wajah-wajah baru. Sa­lah satunya ialah Ari Muhtadi, Legislator muda yang berasal dari Kampung Kali Keranjang, Desa Kedung Soka, Kecamatan Puloampel.

Perjalanan karirnya menuju kursi DPRD didorong oleh rasa cin­ta kepada tanah kelahirannya. Keinginan untuk membangun da­erah melalui jalur politik pun menggelora hingga akhirnya menghantarkan ia berjuang melalui PDIP.

Selain itu, motivasi ter­besar dirinya melang­kah dari seorang pengusaha men­jadi seorang po­litisi ialah ketika me­li­hat pengabdian sang ayah sebagai kepala desa yang tak kenal waktu membantu ma­sya­rakat. ”Saya se­ring me­lihat Ba­pak saya tanpa ke­nal lelah membantu masya­rakat. Jam 2, jam 3 malam pun ka­lau ada warga butuh pasti di­tolong. Bahkan pernah jam 3 malam bawa mobil ambulans antar warga yang mau melahirkan ke rumah sakit. Dari situ saya ingin meneruskan perjuangan orang tua,” kata alumnus Uni­versitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) ini, Minggu (1/11).

Ari mengungkapkan, saat ini me­rupakan periode pertamanya se­bagai anggota legislatif. Ia se­mula merupakan seorang pengu­saha dan memutuskan terjun ke dunia politik. 

”Tujuan utama­nya pasti ingin membawa peru­bahan untuk di daerah kita khu­susnya di Dapil lima. Apalagi di dae­rah saya Desa Kedung Soka itu masih cukup ter­tinggal,” ujarnya.

Sebagai putra daerah yang lahir dan besar di sana, Ari menyebut ba­nyak keresahan yang dirasakan masyarakatnya. Salah satu yang pa­ling mendesak adalah pem­ba­ngunan infrastruktur jalan yang longsor dan belum terea­lisasi selama bertahun-tahun. Ia mengaku sudah berupaya memperjuangkan dengan me­ngi­rimkan proposal langsung, namun hingga kini belum ada realisasi.

”Sangat disayangkan, saya sa­ngat berharap apa yang menjadi as­pirasi masyarakat bisa segera direalisasikan dengan adanya saya sebagai putra daerah yang se­karang di legislatif,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyoroti ma­raknya truk ODOL (Over Di­mension Over Load) di wilayah Bo­jonegara yang kerap memakan korban jiwa. ”Banyak banget as­pirasi mengenai truk-truk ODOL. Saya turut prihatin banyak kejadian masyarakat saya sampai kehilangan nyawa. Mudah-mu­dahan ada tindak lanjut dari pe­­merintah daerah sampai pu­sat,” ujarnya. (arr/jek)