DECEMBER 9, 2022
Utama

Berolahraga Sambil Nunggu Anak Sekolah

post-img

SENAM: Grup Senam Rempong foto bersama Walikota Serang Syafrudin pada acara HUT ke-6 di Pokel Garden Resto, Selasa (2/8).  (fauzan/radar banten)

Senam Rempong Emak-emak

Istilah menunggu pekerjaan sangat membosankan, nampaknya tak berlaku bagi sebagian emak-emak yang tergabung dalam Grup Senam Rempong. Bagaimana tidak? Emak-emak memanfaatkan waktu luang menunggu anak pulang sekolah sambil mengikuti senam olahraga di Alun-alun Kota Serang.

MEMILIKI hobi senam, membuat Nana Rosliana (49), tak kehabisan ide untuk tetap mengekspresikannya. Bahkan, pada Agustus tahun 2017 bermula dari obrolan ringan bersama lima emak-emak lainnya, mereka sepakat untuk senam pagi. Di hari pertama, kelompok emak-emak ini bisa mengajak dua orang lainnya bergabung.

Bermodal speaker aktif dan keberanian tampil senam di pusat Kota Serang, ho­bi pun bisa tersalurkan. Mulai dari, senam zumba, salsa, dan yoga, bahkan senam body building atau pembentukan tubuh. Olahraga ini rutin dilakukan pada hari Senin, Selasa, Rabu dan Kamis berdurasi tak kurang satu jam pada pukul 08.00 hingga 09.00 WIB.

Selain mengekspresikan hobi, manfaat lainnya yakni menghindari rumpi. Tentu saja kegiatan ini lebih baik, badan jadi sehat dan happy. 

Kini, grup emak-emak ini mencapai 200 anggota, dengan berbagai latar be­lakang. Mulai dari, emak-emak pe­gawai kantoran, ibu rumah tangga seperti, isteri tukang becak, istri pejabat berkumpul dengan hobi yang sama.

 “Dari pada istirahat di rumah atau nge-gosip di sekolah sambil nunggu anak, lebih baik, emak-emak senam di alun-alun, tempatnya juga strategis,” ujar Nana kepada Radar Banten usai menggelar Senam Fun Aero­bic mem­peringati HUT Grup Senam Rempong di Pokel Garden Resto, Kota Serang.

Berjalan selama enam tahun, Nana tak mengira kini grup Senam Rempong memiliki banyak anggota. Ia pun sempat kaget, selain waktunya hanya sejam. Ternyata, memiliki peminat dari berbagai latar belakang dengan usia rata-rata 40-45 tahun. “Tidak ada syaratnya yang penting sehat dan happy. Kalau sehat, pasti pikiran mereka happy, kalau happy, pasti badan mereka sehat,” katanya.

Penamaan grup Senam Rempong pada senam yang dipandu dirinya itu, berasal dari gerakan yang kerap tak seirama di awal pelaksanaan senam. Alasannya, usia emak-emak relatif di atas 30 tahun membuat kurang konsen­trasi saat mengikuti gerakan. “Senam Rempong, karena memang riweuh. Kebanyakan emak-emak,” terangnya.

Kata Nana, untuk mengantisipasi gerakan selaras dirinya tak banyak melakukan variasi gerakan senam. Hanya fokus pada gerakan pembentukan tubuh yang memudahkan emak-emak untuk mengikuti gerakannya. “Emak-emak perut dan kakinya gede-gede, makanya gerakannya lebih ke body­building,” katanya.

Aktivitas emak-emak Senam Rempong itu pun menarik perhatian Walikota Serang Syafrudin. Syafrudin, datang ke acara perayaan HUT ke-6 mengikuti Senam Fun Aerobic. 

Syafrudin mengatakan, grup Senam Rem­pong mudah diterima oleh masya­rakat Kota Serang. Karena senam meru­pakan olahraga murah meriah. “Buk­tinya, ada banyak anggotanya. Se­lain itu memiliki manfaat bagi kesehatan dalam tubuh,” katanya.

Syafrudin berharap Grup Senam Rempong Kota Serang terus melak­sanakan kegiatan yang menurutnya positif. Ia pun berharap, ke depan anggotanya terus bertambah. “Saya dapat informasi bahwa anggotanya ibu-ibu usia pensiun, ada juga yang muda. Mudah-mudahan tetap kompak,” katanya. (fdr/nda)