SERANG – Realisasi investasi di Kabupaten Serang hingga triwulan ketiga tahun 2025 tercatat melampaui target. Dari total target Rp6,1 triliun, realisasi investasi mencapai Rp17,4 triliun atau 285 persen dari target.
Berdasarkan data yang diterima Radar Banten dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Serang, realisasi investasi tersebut didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp9,38 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi Rp8 triliun.
Penata Kelola Penanaman Modal Muda pada DPMPTSP Kabupaten Serang, Nuzul Fatwa, mengatakan capaian investasi pada triwulan ketiga saja mencapai Rp3,6 triliun. “Realisasi terbesar disumbang dari Penanaman Modal Dalam Negeri sebesar Rp2,1 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing mencapai Rp1,5 triliun,” ujar Nuzul saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (2/11).
Secara keseluruhan, hingga triwulan ketiga 2025, realisasi investasi di Kabupaten Serang mencapai Rp17,4 triliun, jauh melampaui target Pemkab sebesar Rp6,1 triliun maupun target Pemprov Banten sebesar Rp9 triliun. “Dengan nilai investasi tersebut, diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja hingga 14.721 orang,” lanjutnya.
Nuzul optimistis tren investasi di Kabupaten Serang akan terus meningkat hingga akhir tahun. Karena masih banyak lahan potensial di kawasan industri yang belum dimanfaatkan secara optimal. “Tahun 2024 lalu realisasi mencapai Rp18 triliun. Tahun ini kami optimistis bisa tembus hingga Rp20 triliun pada triwulan keempat,” katanya.
Menurutnya, peningkatan investasi setiap tahun menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kabupaten Serang yang semakin kondusif.
Ia menambahkan, target investasi tahun 2026 masih dalam tahap pembahasan bersama Pemkab Serang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2026–2029. “Untuk target tahun depan masih dibahas. Nanti akan disampaikan setelah ditetapkan,” ujarnya.
Nuzul menjelaskan, mayoritas investasi asing di Kabupaten Serang berasal dari Tiongkok, dengan sebaran di kawasan industri Cikande, Kibin, dan Jawilan, serta beberapa wilayah di Serang Barat.
Selain sektor industri, sektor properti juga menjadi salah satu penyumbang investasi terbesar di Kabupaten Serang. Dengan nilai Rp17,4 triliun, Kabupaten Serang kini menduduki posisi ketiga di Provinsi Banten sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi, di bawah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang. “Kita peringkat ketiga dari delapan kabupaten/kota. Pertama Kabupaten Tangerang, kedua Kota Tangerang,” jelas Nuzul.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Serang, Dahyani, mengapresiasi capaian tersebut dan berharap peningkatan investasi dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. “Semoga tingginya investasi ini bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Serang,” pungkasnya. (Arr/jek)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
