DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Jumlah Penduduk Bertambah

post-img

Angka Kelahiran Tinggi dan Banyak Pendatang

SERANG - Angka kelahiran tinggi dan pendatang yang masuk dari berbagai daerah di Indonesia mendorong jumlah penduduk di Kabupaten Serang meningkat setiap tahunnya.

Berdasarkan data yang diperoleh Radar Banten dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang, jumlah penduduk pada semester pertama tahun 2021 sebanyak 1.668.093 jiwa dan pada semester dua bertambah 44.684 jiwa sehingga di akhir tahun 2022 tercatat sebanyak 1.668.093 jiwa. Sebanyak 850.302 (50,11 persen) laki-laki dan 817.791 (49,89 persen) pe­rempuan.

Data dan pencatatan penduduk diperbarui setiap semester atau setiap enam bulan sekali. Antara lain melalui perekaman KTP elektronik. Pada tahun ini ada 1.191.291 warga yang wajib memiliki KTP. Dari jumlah itu yang sudah melakukan perekaman sebanyak 1.164.466 jiwa dan yang belum 26.825 jiwa.

Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Serang Jajang Kusmara mengatakan, kenaikan penduduk disebabkan oleh berbagai faktor. Di antaranya, karena angka kelahiran yang tinggi dan kedatangan penduduk dari luar daerah yang tinggi.

“Jumlah penduduk itu kan akumulasi dari tingkat kelahiran, kematian, perpindahan penduduk, dan kedatangan penduduk,” katanya kepada Radar Banten di kantornya, pekan lalu.

Ia mengatakan, Kabupaten Serang merupakan salah satu wilayah industri. Karena itu, banyak penduduk luar daerah yang datang untuk mencari pekerjaan. “Itu juga menjadi salah satu faktornya,” ujarnya.

Meski demikian, kata Jajang, setiap warga yang datang dan pindah tidak langsung tercatat jika tidak mengurus dokumen perpindahan. “Kalau mereka tidak urus perpindahan, mereka tidak tercatat menjadi warga Kabupaten Serang,” ucapnya.

Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang Tarkul Wasyit mengatakan, pihaknya terus menggencarkan program keluarga berencana untuk menekan pertumbuhan penduduk.

Dari jumlah 230.000 pasangan usia subur (PUS), sebanyak 75 persen sudah mengikuti program KB. Namun untuk kepesertaan KB metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) masih rendah. (jek/bie)