DECEMBER 9, 2022
Love Story - Inspirasi

Kalau Bobonya Enggak Dipeluk, Paginya Ngamuk

post-img

Sarip (26) nama samaran awalnya kesal dengan kebiasaan istrinya, sebut saja Inul (24) yang selalu minta dipeluk saat tidur. Kalau keinginan itu tak dituruti karena Sarip lebih nyaman bobo sendiri, pagi harinya pasti terjadi keributan.


Usut punya usut, Inul memang memiliki trauma saat malam hari karena sewaktu kecil almarhum bapaknya meninggal saat sedang memeluknya.

”Nah sejak bapaknya ninggal, dia dipeluk terus sama ibunya kalau tidur, jadi udah kebiasaan gitu,” kata Sarip saat bercerita kepada Radar Banten, Minggu (3/6) di kediamannya di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.

Sejak mengetahui itu, Sarip mulai belajar menuruti kemauan Inul dengan tidur berpelukan. Sebagai pengantin baru yang menikah akhir 2021 lalu, Sarip sih enak-enak saja bobo sambil meluk tubuh sintal Inul.

Apalagi, kasur mereka masih baru hadiah pernikahan dulu, makin bikin betah deh pelukan atau bahasan Serangnya kelonan setiap malam.

”Kadang kalau udah kelonan gitu, saya suka enggak tahan, Kang,” akunya.

Sarip mengaku memang sering tidak bisa mengatur waktu yang tepat kalau sudah ingin bertarung, tak peduli Inul sedang lelah atau bugar, ia bakal menghajar sekuat tenaga.

”Maklumlah Kang masih pengantin baru, biasa itu mah,” katanya.

Tapi lama-lama kebiasaannya itu malah membuat Inul marah, karena lelah seharian membantu beres-beres rumah, nyuci baju, piring dan lainnya, Inul jadi sering nolak ajakan Sarip.

Kalau sudah begitu, Sarip yang emosi karena kemauannya tak dituruti pun ikut marah. Alhasil malam itu dan malam-malam berikutnya mereka tidur saling beradu punggung.

Sebagai lelaki dan sosok suami, Sarip merasa punya harga diri lebih tinggi, ia enggan meminta maaf duluan dan menganggap masalah itu nanti bakal selesai dengan sendirinya.

Tapi ternyata, seminggu lebih Inul tak juga mengajaknya bicara, mereka saling diam. Bukannya lekas mengajak mengobrol Inul, Sarip malah memilih tidur di ruang televisi.

”Habisnya maleslah saya dipunggungin mulu, dianya juga diem aja,” katanya.

Tanpa pamit besok ya Inul sudah tak ada di kamar, ternyata ia kabur dan pulang ke rumah ibunya membawa serta pakaian dan semua barang-barang.

Sarip pun langsung menjemput Inul ke rumah dan langsung dinasihati ibu mertua, sejak itulah Sarip tahu kalau istrinya memang harus dipeluk setiap malam dan mulai belajar mengontrol keinginan bertarungnya.

”Tapi ya Alhamdulillah sekarang kita lagi nunggu kelahiran si bayi,” akunya. Wah enggak sia-sia ya bertarung sampai bikin istri ngambek. Semoga dilancarkan segalanya. (drp/alt)