DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Desa Wisata Jadi Andalan

post-img

SERANG - Pemkab Serang sedang gencar-gencarnya mengembangkan desa wisata. Saat ini, ada 22 desa wisata rintisan yang sudah ditetapkan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.

Pada Festival Desa Wisata Cikolelet (FDWC) yang dibuka Rabu (3/8), Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyam­paikan desa wisata menjadi salah satu pariwisata andalan di Kabupaten Serang.

Sekadar diketahui, FDWC akan berlangsung hingga akhir Agustus 2022. Ada beberapa event yang akan digelar mulai dari pentas seni tradisio­nal, tradisi ngagurah dano, motocross tra­bas, parade band, prahprahan mu­haramah, hingga perlombaan per­mainan tradisional.

Tatu mengatakan, FDWC merupakan promosi pariwisata di Kabupaten Serang khususnya desa wisata. Karena itu, ia mendukung penuh acara tersebut. "Desa wisata bisa menjadi salah satu pariwisata andalan di Kabupaten Serang, selain wisata pantai," ujarnya.

Pihaknya mengaku sedang konsen mengembangkan desa wisata. Karena, bisa menjadi destinasi wisata alternatif selain wisata pantai. "Ini menjadi per­hatian kita bersama untuk sama-sama mengembang desa wisata," katanya.

Upaya pengembangan desa wisata, kata Tatu, dilakukan mulai dari pem­binaan hingga pemenuhan infra­stru­kturnya. "Sekarang sudah ada 22 desa wisata rintisan di Kabupaten Se­rang," ujarnya.

Menurutnya, pengembangan wisata tidak terlepas dari promosi salah satu­nya melalui event. Ia berharap desa wisata lainnya bisa menggelar event serupa.

Kemudian juga pariwisata harus didukung dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Pemberdayaan SDM ini harus dilakukan secara masif agar menjadi pelaku pariwisata.

Ia mendorong desa wisata untuk membuat paket wisata yang dikerjasa­makan dengan perhotelan. "Kalau di sini (Cikolelet) kan tidak jauh dari wi­sata pantai, ini bisa menarik wisata­wan dengan mudah," ujarnya.

Tatu juga mendorong desa wisata agar bisa menyuguhkan banyak pilihan ke­pada pengunjung. "Harus banyak pilihan destinasi, baik itu wisata alam­nya, produk kerajinan, kesenian, supaya pengunjung juga bisa lebih lama lagi di sini," ujarnya.

Menurutnya, pengembangan desa wisata juga dalam rangka member­da­yakan ekonomi masyarakat desa. Ka­rena, melalui desa wisata akan muncul para pelaku UMKM.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Alhamidi menyampaikan, pi­hak­nya siap mendukung perkem­bangan desa wisata di Kabupaten Serang. "Saya minta segera ajukan proposal untuk mengalo­kasikan bantuan di sini," katanya.

Alhamidi mengatakan, di Provinsi Banten ada 777 pariwisata yang berkem­bang. Kemudian, juga 221 wisata religi. "Tahun 2022 sudah kami canangkan sebagai kebangkitan pariwisata," ujarnya.

Menurutnya, desa wisata bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan. Karena se­lain wisata bahari, juga dapat menyu­guhkan penampilan seni dan budaya serta produk lokal.

Pengelola Desa Wisata Cikolelet Ojat Darojat mengatakan, FDWC merupakan ajang untuk mempromosikan desa wisata Kabupaten Serang khususnya Desa Wisata Cikolelet.

"Ini sebagai upaya untuk mening­katkan kunjungan wisata, kemudian juga melestarikan kesenian budaya lokal," kata Kepala Desa Cikolelet ini.

 Ojat mengatakan, event FDWC ini juga diikuti oleh peserta dari berbagai daerah. Seperti motocross trabas yang diikuti 500 peserta dari dalam daerah, Jogjakarta, Lampung, Tangerang, dan daerah lainnya. "Kemudian Parade Band juga akan dimeriahkan oleh anak muda dari berbagai daerah dari luar Banten," ujarnya. (jek)