DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Kabupaten Serang Butuh Pasar Induk

post-img

SERANG – Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa berharap Pemprov Banten dapat membangun pasar induk di wilayah Kabupaten Serang. Karena keberadaannya dibutuhkan oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan Pandji usai rapat koordinasi tim pengendali inflasi daerah (TPID) di Aula Brigjen KH Syam’un, Pemkab Serang, Senin (3/10). 

Pandji mengatakan, pasar induk belum ada di wilayah Kabupaten Serang. Selama ini masih mengandalkan Pasar Induk Rau di Kota Serang. 

Sementara, kata Pandji, Pasar Induk Rau selama ini fungsinya belum maksimal. Karena distribusi bahan pokok dari luar daerah dengan kendaraan besar tidak bisa masuk atau kesulitan akses.

“Misalnya kiriman bawang dari Brebes itu kan pakai mobil tronton besar, sulit akses masuknya,” katanya.

Menurutnya, jika pasar induk dibangun di wilayah Serang Timur seperti Kragilan atau Kibin, akses masuk dari tolnya lebih mudah. Kata Pandji, keberadaan pasar induk itu akan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. 

Terkait inflasi, Pandji menyampaikan dampak kenaikan BBM sangat meme­ngaruhi inflasi di kabupaten serang. Namun pihaknya melalui TPID sudah melakukan banyak upaya untuk mengatasi hal tersebut. 

“Salah satunya dengan menganggarkan bantuan senilai Rp5,7 miliar untuk 9.600 KK,” katanya.

Kepala BPS Kabupaten Serang Tutty Amalia menambahkan, di Provinsi Banten ada tiga wilayah yang menentukan terjadinya inflasi yakni Kota Serang, Kota Cilegon dan Kota Tangerang.

“Karena ketiga wilayah itulah yang menjadi sumber penerimaan bahan pangan dari luar daerah, kalau Kabupaten Serang itu kan bisa kita lihat dari kondisi di Kota Serang,” tambahnya.

Berdasarkan data tingkat inflasi per September 2022, lanjut Tutty, Kota Serang mengalami inflasi tertinggi kedua di antara tiga kota yaitu sebesar 1.23 persen. Kondisi itu tentu berpengaruh ke wilayah Kabupaten Serang. (drp/jek)