Kisah kali ini tentang persahabatan antara Rijal (31) dan Tono (30) keduanya nama samaran,
yang hancur karena memperebutkan gadis cantik bernama Sari (30) bukan nama sebenarnya.
Awalnya Sari pacaran dengan Tono, tapi Rijal si anak orang kaya tak terima dan meminta orangtuanya untuk menjodohkan dengan Sari, mereka pun menikah karena orangtuanya dan keluarga Sari punya kedekatan dan sama-sama hartawan. Hubungan persahabatan dengan Tono berubah jadi permusuhan. Waduh.
Tono masih tak terima dengan kenyataan kalau Sari menikah dengan Rijal. Soalnya, katanya sih sebenarnya Sari lebih menyukainya daripada Rijal yang hanya mengandalkan harta orangtua.
”Saya yakin, kalau bukan karena orangtuanya, Sari enggak bakal mau nikah sama dia,” tukas Tono saat ditemui Radar Banten di salah satu rumah kontrakan di Kecamatan Kramatwatu, Senin (4/7).
Padahal, kata Tono, sebelum Sari kenal dengan Rijal, ia lebih mengenal Tono terlebih dahulu. Karena waktu itu Rijal ingin dikenalkan, ia pun berbaik hati mempertemukan mereka. ”Saya kira cuma pengen kenalan doang, ternyata berharap lebih,” katanya.
Melihat gelagat tak baik pada diri Rijal, Tono langsung mendeklarasikan diri bahwa ia sedang menjalankan pendekatan dengan Sari. ”Waktu itu dia cuma iya iya doang,” katanya.
Tapi ternyata, di belakang Tono, Rijal diam-diam sering mengirim pesan singkat ke Sari, kadang mengajak makan bakso, bahkan pernah juga mengirim pulsa. Tono tahu itu karena Sari bercerita kepadanya.
Sejak itu hubungan pertemanan mereka mulai renggang. Karena kesal, akhirnya Tono mengajak Rijal untuk bersaing secara sehat demi mendapatkan Sari. ”Pas saya terang-terangan, dia baru ngaku kalau suka juga sama Sari,” katanya.
Waktu itu, Tono merasa percaya diri, soalnya, selain karena sudah akrab terlebih dahulu dengan Sari. Ia juga punya tampang yang sedikit lebih baik daripada Rijal. Tono dianugerahi kulit putih, sedangkan Rijal hitam manis. ”Tapi kalau emang urusannya ekonomi, saya jelas kalah, dia anak PNS, bapak saya cuma pedagang warungan biasa,” katanya.
Sslama masa persaingan, Tono cuma bisa mengajak Sari makan bakso dan jalan-jalan ke sawah setiap sore, berbeda dengan Rijal yang bisa membelikan barang macam-macam, mulai dari baju baru, jam tangan, hingga kerudung mahal.
Singkat cerita, mereka sepakat untuk sama-sama menyatakan cinta kepada Sari. Hasilnya, Tonolah yang mendapat kata penerimaan, sedangkan Rijal ditolak mentah-mentah. ”Soalnya dari.awal juga saya mah udah deket sama Sari, udah sama-sama tahu jelek buruk masing-masing,” katanya.
Sebulan kemudian, lagi-lagi, tanpa sengetahuan Tono, Rijal datang ke rumah Sari membawa orangtua. Kebetulan orangtua Rijal punya jabatan lebih tinggi dibanding bapaknya Sari di tempat kerja, ya sudah, karena kedua keluarga sudah sepakat, Sari pun tak bisa menolak. ”Tiba-tiba Sari enggak bales sms dan angkat telepon saya,” katanya.
Seminggu berlalu, datang kabar mengejutkan melalui undangan pernikahan yang diantar Pak RT kepada Tono, di surat undangan itu tertulis nama Sari dan Rijal yang akan melangsungkan resepsi pernikahan. ”Kalau enggak ditahan temen dan saudara, sudah saya obrak-abrik tuh acara pernikahan mereka,” katanya.
Sekarang Sari dan Rijal sudah punya anak dua, namun hubungan pertemanan dengan Tono sudah tak pernah lagi akur, mereka tak saling menyapa meski bertemu. ”Saya sih sudah maafin, tapi sakit hati saya masih kerasa,” pungkasnya. Ya ampun, sabar ya.Kang Tono. (drp/alt)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
