LAPOR: Para pegiat debus Banten berfoto bersama sebelum mendatangi Mabes Polri, Jumat (2/9). (Trio Alberto for radar banten)
SERANG-Belasan ketua organisasi pegiat debus di Banten melaporkan dokter Richard Lee ke Mabes Polri, Jumat (2/9). Dokter Richard dinilai telah melakukan penghinaan terhadap seni budaya debus Banten melalui konten di media sosial (medsos).
Belasan pegiat debus yang membuat laporan tersebut, Syach Awaludin (Ketua Paguyuban Budak Banten), Abas (Ketua Aliansi Masyarakat Banten Bersatu), Arlis (Ketua Padepokan Pencak Silat Lembah Cibiuk), Andi Nakrawi (Ketua LSM GMBI Wilter Banten), Ma’mun (Ketua Gaib 212).
Kemudian, TB Anti Masturi (Ketua BPPKB DPC Kota Serang), Suheli (Ketua Balad Ciomas), Abdul Kholik (Ketua Satgas Banten Kesti TTKDH), As’ari (Ketua Jaga Banten), Entus Mujani (Ketua Badak Banten Perjuangan), dan H Tb Nurki Hidayah (Ketua Persatuan Pendekar Macan Kulon Banten Indonesia).
Kuasa hukum belasan pegiat debus, Trio Alberto mengatakan, laporan tersebut telah diterima oleh pihak Mabes Polri. Hanya saja dalam laporannya masih terdapat kekurangan sehingga diminta untuk dilengkapi.
”Kami akan ke sana lagi hari Kamis nanti (8/9). Ada yang kurang, terkait pendirian akta pendirian organisasi,” ungkap Trio dikonfirmasi Radar Banten, Minggu (4/9).
Dalam laporannya, Trio telah melampirkan video dokter Richard yang diduga telah menghina budaya debus.Video yang diunggah di akun tiktok tersebut viral dan telah menyakiti hati para pelaku seni budaya debus Banten. “Kami sudah mengirimkan bukti videonya,” ungkap Trio.
Trio mengungkapkan, dokter Richard diduga telah menghina budaya debus Banten yang sudah ada sejak zaman kesultanan. Pernyataan dokter Richard soal debus dianggap telah merendahkan seni budaya Banten. “Dokter Richard diduga telah menghina seni budaya yang dimiliki Banten yang sudah ada sejak zaman kesultanan,”ujar Trio.
Viralnya video tersebut pada khalayak ramai akan berdampak pada pikiran masyarakat yang berpotensi negatif tentang debus.
“Video pernyataan Richard sudah menyebar luas dan berdampak pada pikiran di masyarakat berpotensi masyarakat berasumsi negatif tentang debus,” kata Trio.
Padahal, menurut Trio, budaya debus bukan aksi tipu-tipu. Kesaktian para pelaku debus didapat dari warisan turun temurun. “Mindset publik terkait debus jangan sampai berubah, bahwa debus adalah sulap atau trik, debus adalah asli budaya Banten,” tutur Trio. (fam/nda)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
