DECEMBER 9, 2022
Hukrim

Pegiat Debus Laporkan Richard Lee

post-img

LAPOR: Para pegiat debus Banten berfoto bersama sebelum mendatangi Mabes Polri, Jumat (2/9). (Trio Alberto for radar banten)

SERANG-Belasan ketua organisasi pegiat debus di Banten melaporkan dokter Richard Lee ke Mabes Polri, Jumat (2/9). Dokter Richard dinilai telah melakukan peng­hinaan terhadap seni budaya debus Banten melalui konten di media sosial (medsos). 

Belasan pegiat debus yang membuat la­poran tersebut, Syach Awaludin (Ketua Pa­guyuban Budak Banten), Abas (Ketua Aliansi Masyarakat Banten Bersatu), Arlis (Ketua Padepokan Pencak Silat Lembah Cibiuk), Andi Nakrawi (Ketua LSM GMBI Wilter Banten), Ma’mun (Ketua Gaib 212). 

Kemudian, TB Anti Masturi (Ketua BPPKB DPC Kota Serang), Suheli (Ketua Balad Ciomas), Abdul Kholik (Ketua Satgas Banten Kesti TTKDH), As’ari (Ketua Jaga Banten), Entus Mujani (Ketua Badak Banten Perjuangan), dan H Tb Nurki Hidayah (Ketua Persatuan Pendekar Macan Kulon Banten Indonesia).

Kuasa hukum belasan pegiat debus, Trio Alberto mengatakan, laporan tersebut telah diterima oleh pihak Mabes Polri. Hanya saja dalam laporannya masih ter­dapat kekurangan sehingga diminta untuk dilengkapi. 

”Kami akan ke sana lagi hari Kamis nanti (8/9). Ada yang kurang, terkait pen­dirian akta pendirian organisasi,” ungkap Trio dikonfirmasi Radar Banten, Minggu (4/9). 

Dalam laporannya, Trio telah melam­pirkan video dokter Richard yang diduga telah menghina budaya debus.Video yang di­unggah di akun tiktok tersebut viral dan telah menyakiti hati para pelaku seni budaya debus Banten. “Kami sudah me­ngirimkan bukti videonya,” ungkap Trio. 

Trio mengungkapkan, dokter Richard diduga telah menghina budaya debus Banten yang sudah ada sejak zaman ke­sultanan. Pernyataan dokter Richard soal debus dianggap telah merendahkan seni budaya Banten. “Dokter Richard diduga telah menghina seni budaya yang dimiliki Banten yang sudah ada sejak zaman ke­sultanan,”ujar Trio. 

Viralnya video tersebut pada khalayak ramai akan berdampak pada pikiran masya­rakat yang berpotensi negatif tentang debus.

“Video pernyataan Richard sudah me­nyebar luas dan berdampak pada pikiran di masyarakat berpotensi masyarakat berasumsi negatif tentang debus,” kata Trio.

Padahal, menurut Trio, budaya debus bu­kan aksi tipu-tipu. Kesaktian para pe­laku debus didapat dari warisan turun te­murun. “Mindset publik terkait debus ja­ngan sampai berubah, bahwa debus ada­lah sulap atau trik, debus adalah asli budaya Banten,” tutur Trio. (fam/nda)