DECEMBER 9, 2022
KESEHATAN

Makan Cepat dan Makan Lambat, Lebih Sehat Mana?

post-img

Kamu masuk tim makan cepat atau lambat? Sebetulnya, tim mana yang lebih sehat bagi tubuh?

Tingkat kesehatan tergantung dari asupan makanan kita. Selain asupan gizi dari makanan, cara kita mengunyah makanan ternyata juga ikut memengaruhi kesehatan kita lho.

Ada orang yang terbiasa mengunyah makanan dengan lambat, dan ada yang mengunyah dengan secara cepat. Nah, mana yang lebih baik?

Ternyata, yang terbilang dapat berdampak buruk pada tubuh adalah orang-orang yang cenderung makan dengan cepat. Jika kamu tipe orang yang mengunyah makanan dengan cepat, kamu bisa mengalami sindrom metabolisme yang dapat berdampak pada tubuh.

Peneliti dari Univeristas Hiroshima di Jepang menyebutkan kaitan antara makan cepat dengan risiko penyakit jantung. Mereka juga mempelajari dampak lainnya yang meliputi diabetes, tekanan darah tinggi, serta lemak berlebih pada abdomen atau rongga perut.

Orang yang mengunyah makanan dengan cepat cenderung bertambah berat badannya dan memiliki tingkatan glukosa yang lebih tinggi, karena mereka tak mengunyah dan menikmati makanan dengan baik. Dan, itu mendorong mereka yang makan cepat menjadi sulit merasa kenyang. Akhirnya, mereka yang makan dengan buru-buru atau cepat sering merasa makan secara berlebihan atau kekenyangan.

Makan yang berlebihan tak hanya dapat membuatmu merasa mual, tapi juga mengundang berbagai penyakit. Bukannya menjadi sumber energi dan memberikan asupan gizi untuk tubuh, makanan malah berubah menjadi racun dan menyebabkan gangguan pencernaan serta merusak daya kerja organ tubuh lainnya.

Kegemukan yang dapat terjadi merupakan salah satu dampak proses akibat makan terlalu cepat dan berlebihan. Karena, zat-zat makanan sudah tak mampu lagi dimanfaatkan secara maksimal oleh tubuh, yang pada akhirnya menumpuk dan menjadi lemak.

Terlalu mengunyah makanan terlalu cepat? Kata orang, hal ini dapat membuat tubuh lekas gemuk. Mitos atau fakta?

Jika kamu sadar akan bahaya makan terlalu cepat, berikut ini merupakan tip mudah untuk menghindari dan menguranginya.

1.           Rencanakan waktu makanmu sampai 20 menit.

Kebiasaan makan cepat sering dilakukan akibat kita sering makan terburu-buru karena dikejar waktu atau saat sedang melakukan sesuatu. Karena itu, luangkan waktumu selama 20 menit untuk mengisi perut dengan tenang.

2.           Jauhi segala gangguan.

Biasanya kita kerap terganggu dengan gadget atau TV saat sedang makan. Alangkah baiknya untuk menghindari hal itu saat kamu sedang makan. Sehingga, kamu bisa fokus kepada makananmu dan mengunyahnya dengan baik dan benar denga perlahan.

3.           Taruh peralatan makan.

Ada baiknya menaruh semua peralatan makan di tanganmu ketika hidangan dalam piring sudah habis. Ini agar kamu bisa berhenti mengunyah ataupun mencicipi makanan lain, sehingga dapat benar-benar berhenti saat selesai makan.

4.           Makan bersama keluarga dan teman.

Jika kamu ditemani saat makan, bisa membuat kamu duduk lebih lama. Sehingga, tak perlu terburu-buru untuk mengunyah makanan.

5.           Pastikan mengunyah makanan dengan baik.

Jika kamu sadar mengunyah secara cepat, ada baiknya ambil napas dalam-dalam. Setelah itu, mulai untuk melambatkan kecepatanmu saat mengunyah makanan.

 

Bagaimana dengan makan perlahan atau mengunyah makanan dengan baik?

Cara makan ini ternyata dapat memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan, yakni:

1.           Menjaga kesehatan gigi.

Itu karena mengunyah makanan dengan perlahan dan baik merangsang produksi air liur yang berperan melindungi gigi.

Air liur mengandung zat-zat yang membantu membersihkan mulut dari bakteri dan sisa-sisa makanan.

Makan perlahan juga dapat mengurangi risiko karies gigi. Karena, ketika makanan dikunyah dengan baik, sisa-sisa makanan lebih mudah dihilangkan dari gigi. Sehingga, mengurangi kemungkinan adanya plak dan bakteri yang dapat menyebabkan pembusukan gigi.

2.           Mencegah kenaikan berat badan.

Makan dengan perlahan dapat mengoptimalkan respons tubuh untuk menghasilkan perasaan kenyang dan puas setelah makan. Efek ini mencegah kamu untuk ngemil terlalu sering.

3.           Mengoptimalkan proses pencernaan.

Ketika kamu mengunyah, air liur akan membantu memecah makanan menjadi molekul yang lebih kecil agar kandungan zat gizinya mudah diserap oleh tubuh kamu.

Dengan kata lain, mengunyah secara perlahan memecah makanan lebih halus, sehingga melancarkan proses pencernaan selanjutnya dan memudahkan penyerapan zat gizi dalam tubuh.

4.           Mengurangi risiko komplikasi obesitas dan diabete.

Makan dengan kecepatan lambat dan memberi jarak waktu antarsuapan juga dapat membuat cepat kenyang.

Studi pada jurnal BMJ Open Diabetes Research and Care yang melakukan penelitian pada orang obesitas dan penderita diabetes tipe 2 menunjukkan bahwa kebiasaan makan tersebut meningkatkan rasa kenyang dan menurunkan tingkat rasa lapar pada kedua kelompok. Hal ini bisa menjadi strategi untuk mencegah keparahan obesitas dan diabetes.

5.           Mencegah kambuhnya GERD.

Makan lama dapat mengurangi risiko naiknya asam lambung ke esofagus atau dikenal dengan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).

Ketika makanan di mulut dikunyah sampai benar-benar halus, ini mengurangi tekanan pada kerongkongan yang bisa membuat asam lambung naik. (nna/don)