DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Pedagang di Saketi Mengeluh Sepi Pembeli

post-img

TRANSAKSI: Pedagang dan pembeli melakukan transaksi jual beli di Pasar Saketi, Kabupaten Pandeglang, kemarin. (Purnama Irawan/Radar Banten)

PANDEGLANG - Daya beli masyarakat di pasar rakyat di Kecamatan Saketi meng­alami penurunan pasca-kenaikan har­ga bahan bakar minyak (BBM). Pe­nurunan daya beli masyarakat itu dike­luhkan para pedagang.

Salah seorang pedagang ayam potong, Samsuri mengungkapkan, jumlah pem­beli ke kiosnya mengalami penurunan di­banding sebelum BBM naik. Dalam satu hari biasanya dia menjual hingga tiga kuintal daging ayam, namun dua hari belakangan ini hanya dua kuintal saja. Hal itu diduga dipicu karena me­ning­katnya harga jual ayam perkilogram se­hingga konsumen banyak yang batal membeli ayam.

“Sebelumnya Rp32.000 per kilogram, sekarang sudah dikisaran Rp35.000,” kata Samsuri kepada Radar Banten, Selasa (6/9).

Dia mengatakan harga jual ayam dari pengepul terus naik setiap hari. Bahkan dia memprediksi bisa tembus Rp40.000 per kilogram dalam beberapa hari ke de­pan.

Kepala Bidang Perdagangan pada Di­nas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Me­­nengah, Perindustrian dan Perda­ga­ngan (Diskoperindag) Pandeglang Juhanas Waluyo mengatakan daya beli masyarakat memang turun bahkan sebelum kenaikan BBM. “Apalagi pasca-kenaikan BBM semakin menurun. Pasar terlihat sepi pengunjung,” jelasnya.

Turunnya daya beli ini banyak dike­luhkan oleh pedagang. Dia mendapat la­poran keluhan pedagang dari berbagai pasar di Pandeglang. “Omsetnya meng­alami penurunan drastis. Dampak dari pengunjung pasar yang sepi dari pem­beli,” ungkapnya.

Adapun hasil dari pemantauan di Pasar Saketi harga bahan pokok dan bahan penting pasca-kenaikan BBM 3 September 2022 lalu, dilaporkan masih stabil. Hanya saja ada dua bahan pokok yang naik, yaitu cabe merah keriting dan telur yang masih tinggi.

“Cabe merah keriting di Pasar Saketi di eceran Rp80 ribu sampai dengan Rp100 ribu per kilogram. Sedangkan harga telur rata-rata Rp30 ribu per kilogram,” terangnya.

Sementara itu, harga Gas LPG 3 Kilogram Rp22.000 sampai Rp23.000 per tabung. Kemudian untuk harga beras masih stabil. 

“Harga beras dikisaran Rp7.500 sampai dengan Rp8.500 per liter. Sedangkan untuk ayam potong Rp35.000 per kilo­gram,” jelasnya.

Harga sembako dan harga barang penting lainnya diprediksi bakal meng­alami kenaikan pada pekan depan. Ini tentu imbas dari naiknya harga BBM yang ditetapkan Presiden Joko Widodo.

“Prediksi kenaikan itu hasil ketera­ngan pedagang dan juga prediksi dari di­nas. Karena akan ada penyesuaian har­ga baru pasca-kenaikan BBM,” tu­kasnya.(mg-01/tur)