TRANSAKSI: Pedagang dan pembeli melakukan transaksi jual beli di Pasar Saketi, Kabupaten Pandeglang, kemarin. (Purnama Irawan/Radar Banten)
PANDEGLANG - Daya beli masyarakat di pasar rakyat di Kecamatan Saketi mengalami penurunan pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Penurunan daya beli masyarakat itu dikeluhkan para pedagang.
Salah seorang pedagang ayam potong, Samsuri mengungkapkan, jumlah pembeli ke kiosnya mengalami penurunan dibanding sebelum BBM naik. Dalam satu hari biasanya dia menjual hingga tiga kuintal daging ayam, namun dua hari belakangan ini hanya dua kuintal saja. Hal itu diduga dipicu karena meningkatnya harga jual ayam perkilogram sehingga konsumen banyak yang batal membeli ayam.
“Sebelumnya Rp32.000 per kilogram, sekarang sudah dikisaran Rp35.000,” kata Samsuri kepada Radar Banten, Selasa (6/9).
Dia mengatakan harga jual ayam dari pengepul terus naik setiap hari. Bahkan dia memprediksi bisa tembus Rp40.000 per kilogram dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Pandeglang Juhanas Waluyo mengatakan daya beli masyarakat memang turun bahkan sebelum kenaikan BBM. “Apalagi pasca-kenaikan BBM semakin menurun. Pasar terlihat sepi pengunjung,” jelasnya.
Turunnya daya beli ini banyak dikeluhkan oleh pedagang. Dia mendapat laporan keluhan pedagang dari berbagai pasar di Pandeglang. “Omsetnya mengalami penurunan drastis. Dampak dari pengunjung pasar yang sepi dari pembeli,” ungkapnya.
Adapun hasil dari pemantauan di Pasar Saketi harga bahan pokok dan bahan penting pasca-kenaikan BBM 3 September 2022 lalu, dilaporkan masih stabil. Hanya saja ada dua bahan pokok yang naik, yaitu cabe merah keriting dan telur yang masih tinggi.
“Cabe merah keriting di Pasar Saketi di eceran Rp80 ribu sampai dengan Rp100 ribu per kilogram. Sedangkan harga telur rata-rata Rp30 ribu per kilogram,” terangnya.
Sementara itu, harga Gas LPG 3 Kilogram Rp22.000 sampai Rp23.000 per tabung. Kemudian untuk harga beras masih stabil.
“Harga beras dikisaran Rp7.500 sampai dengan Rp8.500 per liter. Sedangkan untuk ayam potong Rp35.000 per kilogram,” jelasnya.
Harga sembako dan harga barang penting lainnya diprediksi bakal mengalami kenaikan pada pekan depan. Ini tentu imbas dari naiknya harga BBM yang ditetapkan Presiden Joko Widodo.
“Prediksi kenaikan itu hasil keterangan pedagang dan juga prediksi dari dinas. Karena akan ada penyesuaian harga baru pasca-kenaikan BBM,” tukasnya.(mg-01/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
