Kunah (42) nama samaran merasa digantung tanpa kejelasan oleh suaminya, sebut saja Juned (43). Problematika rumah tangga mereka rumit dan berbelit.
Dua tahun pisah ranjang karena merasa tak cocok dan sering bertengkar, Juned selalu marah dan menolak saat Kunah minta cerai dan menikah lagi. Waduh, digantung dong ceritanya.
Padahal, Kunah sudah berulangkali ingin pisah dengan Juned. Namun Kunah juga tak bisa melawan kehendak Juned yang ternyata masih sering perhatian. Apalagi saat Kunah sakit, Juned pasti menemaninya setiap hari. Aneh banget sih Teh. “ Ya saya juga bingung, sampai sekarang hubungan kita enggak jelas,” tukasnya.
Ditemui Radar Banten di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Serang, Kunah tengah makan siang bersama kedua anaknya yang lucu. Ketika disapa, Kunah bersikap ramah dan tak menolak diminta bercerita tentang kisah rumah tangga. Katanya, banyak lelaki yang mengajaknya menikah. “Kalau mau mah saya sudah punya suami baru yang jauh lebih baik daripada Kang Juned,” ujarnya.
Maklumlah, meski sudah beranak dua, tapi bentuk tubuh kunah terjaga. Wajahnya juga rupawan dan berkulit putih mulus. Tidak gemuk tapi juga tidak kurus. Pokoknya enggak malu-maluinlah kalau diajak kondangan. Hehe.
Begitu juga dengan Juned. Meski bersikap kasar dan mudah marah, Juned termasuk lelaki tampan. Tapi ia tidak punya pekerjaan jelas. Ngakunya sih jadi pekerja proyek MRT di Jakarta. Tapi setiap bulan tak pernah memberi uang lebih kepada istri. “Malah saya yang sering ongkosin dia ke Jakarta,” keluhnya.
Perjumpaannya dengan Juned bermula saat Kunah berkunjung ke rumah saudara di ibu kota, di sana ia dikenalkan dengan Juned yang tak lain teman dekat saudaranya.
Mereka kemudian saling mencintai dan resmi membangun rumah tangga setelah dua tahun pacaran. Kendati sudah menikah namun Juned tak bisa meninggalkan pekerjaan di Jakarta, sedangkan Kunah tinggal di Serang.
Juned pulang seminggu sekali setiap Sabtu, besok sorenya berangkat lagi ke Jakarta, kadang kalau sedang kangen, ia bisa pulang setiap hari.
“Tapi ya boros ongkos,” keluhnya.
Awalnya rumah tangga mereka harmonis hingga dikaruniai dua anak, sampai akhirnya, karena setiap hari Juned kerja di Jakarta, muncullah gosip kalau Kunah selingkuh.
“Padahal mah saya sama sekali enggak ada hubungan sama lelaki mana pun,” katanya.
Sejak itulah Juned sering marah-marah dan membentak, setiap pulang pasti ada saja kecurigaan. Juned juga jadi jarang memberi uang.
“Dia kalo pulang tidurnya sama anak-anak, enggak mau deketin saya,” katanya.
Karena sudah tak tahan, Kunah ingin minta kejelasan dengan memilih jalur perceraian agar ia bisa menikah lagi. Namun bukannya jawaban yang didapat, Juned malah marah-marah lagi.
“Tapi anehnya setiap saya dan anak-anak lagi ada masalah, baik keuangan atau apapun, dia mau nolongin, perhatian dan sayangnya kerasa banget,” ungkapnya.
Sekarang Kunah pasrah dengan keadaan yang ia alami, merasa berada pada nasib yang tak jelas, antara punya suami atau tidak.
Ya ampun sabar ya Teh. (drp)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
