DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Minat Baca Masih Rendah

post-img

SERANG – Minat baca masyarakat Kabu­paten Serang masih terbilang rendah. Selama 2022, hanya 647 masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan daerah (Perpusda) milik Pemkab Serang.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Per­pustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang Aber Nurhadi pada peresmian pojok baca Pustaka Carenang, di Kantor Camat Carenang, Senin (9/1).

Aber mengaku miris dengan jumlah kunjungan perpustakaan ke Perpustakaan Daerah di Kantor DPKD Kabupaten Serang. Sedangkan melalui program mobil perpus­takaan keliling, hanya ada 2.999 pengun­jung selama 2022. 

“Dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Serang sebanyak 1,6 juta penduduk, persentasenya hanya 0,21 persen, sangat kecil,” kata Aber kepada wartawan.

Aber mengungkapkan, rendahnya minat baca masyarakat Kabupaten Serang karena fasilitas dan sarana literasi masih minim atau kurang memadai. “Maka, kami se­mak­simal mungkin berupaya meminta bantuan Pemerintah Pusat untuk mem­bangun perpustakaan daerah melalui anggaran dana alokasi khusus,” ungkapnya.

Duta Baca Indonesia Gol A Gong menilai, pembaca buku di Banten termasuk Kabu­paten Serang banyak yang memilih datang ke perpustakaan di komunitas-komunitas. “Ya karena lokasi perpustakaan di DPKD berada di kawasan perkantoran kedinasan di Pemkab Serang, jadi warga kurang tertarik,” ujarnya.

Gol A Gong menyarankan, gedung perpustakaan harus memiliki desain yang menarik. Sehingga pengunjung bukan hanya membaca buku tapi juga bisa untuk berswafoto. “Jadi harus menyesuaikan dengan kegemaran dan minat masyarakat terutama remaja saat ini,” ujarnya.

Camat Carenang Arif Roikhan menga­takan, program pojok baca ini merupakan upaya pemerintah kecamatan dalam memberikan contoh kepada kepala desa. “Kami sudah instruksikan kepada desa-desa lainnya untuk program pojok baca ini,” tuturnya.

Arif juga mengaku sudah berkoordinasi dengan pendamping desa, agar program PKK di anggaran dana desa diperbesar. Namun tetap dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang sesuai sehingga tidak menjadi persoalan di kemudian hari.

“Dengan adanya pojok baca, masyarakat Carenang tidak terbawa arus negatif perkembangan teknologi, tapi mampu menciptakan energi positif melalui teknologi,” harapnya.

Untuk meningkatkan minat baca di Kecamatan Carenang, Arif juga menghibah­kan mobil VW untuk dijadikan mobil perpustakaan keliling. Mobil buatan tahun 1996 itu dibeli Arif dari Blitar, ia kemudian sempat memanfaatkan kendaraan antik itu untuk coffee shop, sekarang akan dimanfaatkan untuk perpustakaan keliling.

“Saya hibahkan untuk pusling, supaya akses bahan bacaan anak-anak di Carenang jadi mudah,” kata Arif.

Dijelaskan Arif, rencananya kendaraan VW itu akan berkeliling ke sekolah-sekolah SD di Kecamatan Carenang yang diharap­kan akan menarik minat anak untuk membaca buku. 

“Ada 17 SD di Kecamatan Carenang, nanti kita keliling,” jelasnya.

Selain mengajak anak untuk membaca, pada kegiatan pusling mobil VW itu nanti juga sekaligus menyosialisasikan ecobrick, di mana anak-anak mengumpulkan sam­pah akua botol. 

“Setiap satu botolnya, anak-anak diberi reward uang Rp2 ribu. Jadi sekarang sampah itu enggak berse­rakan lagi,” pungkasnya. (drp/jek)