SERANG – Minat baca masyarakat Kabupaten Serang masih terbilang rendah. Selama 2022, hanya 647 masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan daerah (Perpusda) milik Pemkab Serang.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang Aber Nurhadi pada peresmian pojok baca Pustaka Carenang, di Kantor Camat Carenang, Senin (9/1).
Aber mengaku miris dengan jumlah kunjungan perpustakaan ke Perpustakaan Daerah di Kantor DPKD Kabupaten Serang. Sedangkan melalui program mobil perpustakaan keliling, hanya ada 2.999 pengunjung selama 2022.
“Dibandingkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Serang sebanyak 1,6 juta penduduk, persentasenya hanya 0,21 persen, sangat kecil,” kata Aber kepada wartawan.
Aber mengungkapkan, rendahnya minat baca masyarakat Kabupaten Serang karena fasilitas dan sarana literasi masih minim atau kurang memadai. “Maka, kami semaksimal mungkin berupaya meminta bantuan Pemerintah Pusat untuk membangun perpustakaan daerah melalui anggaran dana alokasi khusus,” ungkapnya.
Duta Baca Indonesia Gol A Gong menilai, pembaca buku di Banten termasuk Kabupaten Serang banyak yang memilih datang ke perpustakaan di komunitas-komunitas. “Ya karena lokasi perpustakaan di DPKD berada di kawasan perkantoran kedinasan di Pemkab Serang, jadi warga kurang tertarik,” ujarnya.
Gol A Gong menyarankan, gedung perpustakaan harus memiliki desain yang menarik. Sehingga pengunjung bukan hanya membaca buku tapi juga bisa untuk berswafoto. “Jadi harus menyesuaikan dengan kegemaran dan minat masyarakat terutama remaja saat ini,” ujarnya.
Camat Carenang Arif Roikhan mengatakan, program pojok baca ini merupakan upaya pemerintah kecamatan dalam memberikan contoh kepada kepala desa. “Kami sudah instruksikan kepada desa-desa lainnya untuk program pojok baca ini,” tuturnya.
Arif juga mengaku sudah berkoordinasi dengan pendamping desa, agar program PKK di anggaran dana desa diperbesar. Namun tetap dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang sesuai sehingga tidak menjadi persoalan di kemudian hari.
“Dengan adanya pojok baca, masyarakat Carenang tidak terbawa arus negatif perkembangan teknologi, tapi mampu menciptakan energi positif melalui teknologi,” harapnya.
Untuk meningkatkan minat baca di Kecamatan Carenang, Arif juga menghibahkan mobil VW untuk dijadikan mobil perpustakaan keliling. Mobil buatan tahun 1996 itu dibeli Arif dari Blitar, ia kemudian sempat memanfaatkan kendaraan antik itu untuk coffee shop, sekarang akan dimanfaatkan untuk perpustakaan keliling.
“Saya hibahkan untuk pusling, supaya akses bahan bacaan anak-anak di Carenang jadi mudah,” kata Arif.
Dijelaskan Arif, rencananya kendaraan VW itu akan berkeliling ke sekolah-sekolah SD di Kecamatan Carenang yang diharapkan akan menarik minat anak untuk membaca buku.
“Ada 17 SD di Kecamatan Carenang, nanti kita keliling,” jelasnya.
Selain mengajak anak untuk membaca, pada kegiatan pusling mobil VW itu nanti juga sekaligus menyosialisasikan ecobrick, di mana anak-anak mengumpulkan sampah akua botol.
“Setiap satu botolnya, anak-anak diberi reward uang Rp2 ribu. Jadi sekarang sampah itu enggak berserakan lagi,” pungkasnya. (drp/jek)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
