DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Pejabat Dituntut Berinovasi

post-img

SERANG - Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Serang dituntut untuk berinovasi supaya dapat memberikan pelayanan yang efesien dan efektif kepada masyarakat.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, saat ini tuntutan masyarakat semakin meningkat seiring dengan perkembangan informasi teknologi.

"Masing-masing OPD dan camat harus melakukan inovasi-inovasi, temuan-temuan metode proses yang simpel, sederhana dan mudah," kata Pandji usai sosialisasi dan pakta integritas penilaian indeks inovasi daerah di Aula Tb Suwandi Pemkab Serang, Selasa (9/8).

Ia mengatakan, saat ini sudah bukan jamannya lagi pelayanan rumit dan bertele-tele. Karena itu, harus ada tero­bosan baru supaya pelayanan dapat berjalan mudah dan cepat. "Jangan ada lagi pelayanan yang lama dan mahal, harus sudah dibuat semudah mungkin," ujarnya.

Inovasi yang dimaksud, kata Pandji, berkaitan dengan pelayanan administratif. "Karena kalau pelayanan dasar sudah kita lakukan, seperti infrastruktur, pen­didikan, kesehatan, pelayanan administratif ini yang harus ditingkatkan," ucapnya.

Pihaknya mengaku sudah membenahi struktur kelembagaan di OPD. Itu untuk memangkas proses birokrasi yang panjang. "Bagaimana strukturnya lebih ramping tapi punya fungsi dan produktivitas yang lebih besar. Inputnya harus seminimal mungkinn tapi outputnya optimal," ujarnya.

Dikatakan Pandji, inovasi daerah itu dalam rangka mewujudkan reformasi birok­rasi di Pemkab Serang. "Ujungnya tentu untuk kepentingan masyarakat, kita dapat memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat," ucapnya. 

Kepala Badan Perencanaan Pem­ba­ngunan Daerah (Bappeda) Kabu­paten Serang Rachmat Maulana mengatakan, pada 2020 Pemkab Serang sudah masuk kategori sangat inovatif dengan rangking 8,7 poin. Namun, pada 2021 turun menjadi kategori inovatif.

Rachmat mengatakan, turunnya penilaian itu lantaran produk inovasi yang tidak sebanyak pada tahun sebelumnya. "Makanya tahun ini kita dorong lagi supaya lebih inovasi lagi," katanya.

Ia menjelaskan, inovasi bisa dilakukan dari inputnya, prosesnya, hingga output­nya. Sederhananya, OPD membuat terobosan baru untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

"Kuncinya harus mengenali masalahnya dulu, apa kesulitan-kesulitan yang dihadapi, kemudian nanti solusinya dituangkan melalui inovasi," katanya. (jek)