DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Desa Kemanisan Jadi Desa Cinta Statistik

post-img

SERANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang menjadikan Desa Kemanisan, Kecamatan Tirta­yasa sebagai desa cinta sta­tistik (Desa Cantik). Tu­juan­nya untuk mem­berikan ke­sa­daran kepada masyarakat terkait pentingnya data. 

Kepala BPS Kabupaten Serang Tutty Amalia menga­takan, pihaknya memberikan pembinaan untuk mening­katkan kesadaran pentingnya data. Masyarakat diarahkan un­tuk mencintai data dan sta­tistik tidak menjadi hal yang menakutkan. “Sebetul­nya mereka sudah akrab de­ngan data dan statistik se­hari-hari,” ujar Tutty, Selasa (9/8).

Ia mengatakan, pembinaan diawali kepada para aparatur desa. Kemudian mereka diarahkan untuk menyam­paikan kembali kepada masyarakat. “Desa sudah bukan lagi objek pemba­ngunan, melainkan mereka sebagai pelaku pemba­ngunan,” katanya. 

Menurutnya, data menjadi hal yang penting dalam pelak­sanaan pembangunan. Ka­rena, jika pembangunan berdasarkan data hasilnya akan terukur. “Maka kita ber­harap aparat desa dapat me­mahami betul fungsi data dan statistik,” ucapnya. 

Dikatakan Tutty, aparatur desa menjadi ujung tombak pendataan. Karena itu mereka harus memahami akan pen­ting­nya data. “Data yang valid tentu akan menghasilkan program pembangunan yang terukur dan tepat sasaran,” ujarnya. 

Kepala Diskominfosatik Ka­bu­paten Serang Haero­fiatna mengatakan, program Desa Cantik sesuai dengan amat Kementerian Pember­da­yaan Aparatur Negara Re­for­masi Birokrasi (Kemen­pan RB). Kata dia, tujuan dari Desa Cantik ini untuk me­ngetahui dan mendapat­kan informasi yang akuntabel tentang data-data yang ada di desa. 

Data-data itu, lanjut Haero, seperti kondisi demografi desa, jumlah penduduk, kebu­tuhan masyarakat, prog­res pembangunan, kemis­kinan, dan sebagainya. “Se­hingga kita mengetahui prog­res pembangunannya serta kebutuhan masyarakat setempat apa saja,” ujarnya.

Dikatakan Haero, sebelum­nya Pemkab Serang sudah menjalin kerjasama dengan BPS terkait program tersebut. Pihaknya mensupport prog­ram itu dengan menyediakan akses digitalnya. 

“Kalau kita bantu secara digitalnya, jadi infor­masinya lebih luas secara digital dan masyarakat akan mengetahui secara umum, nanti smart village-nya akan hidup,” pung­­kasnya. (jek)