DECEMBER 9, 2022
Utama

Dua WNI Tiba Di Banten

post-img

WARGA BANTEN: Dua WNI asal Banten saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Selasa (10/3). 


Dievakuasi Saat Kerja di Iran

SERANG - Sedikitnya dua Warga Ne­gara Indonesia (WNI) asal Provinsi Banten berhasil dipulangkan dari ne­ga­ra Iran. Mereka dipulangkan usai terjebat di negara yang tengah berkonflik senjata dengan militer Amerika Serikat (AS)-Israel. Keduanya tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soe­karno-Hatta dan langsung berkumpul kem­bali dengan keluarga, pada Selasa (10/3) malam.

Dua warga tersebut bernama Tommy dan Tetap Siregar. Keduanya diketahui be­kerja sebagai tenaga ahli di Teheran dan termasuk dalam rombongan 32 WNI yang dipulangkan Kementerian Luar Negeri RI menyusul situasi keaman­an di Iran yang memanas.

Kepala Badan Penghubung Provinsi Ban­ten, Ika Sri Erika mengkonfirmasi hal tersebut. “Alhamdulillah keduanya sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing dalam kondisi sehat,” ujarnya, kemarin.

Berdasarkan catatan KBRI Tehran, jumlah WNI yang tercatat berada di Iran adalah 329 orang, yang mayoritas berstatus sebagai pelajar/mahasiswa de­ngan konsentrasi utama di Kota Qom, dan sisanya adalah PMI dan para ekspatriat. 

Pemerintah melalui KBRI di Tehran terus lakukan komunikasi intensif untuk memastikan kondisi dan keberadaan para WNI serta melakukan assessment tentang bentuk bantuan yang saat ini dapat diberikan.

WNI yang mengikuti evakuasi gelom­bang I terdiri atas 10 WNI pekerja, 1 pe­ngajar/jurnalis, 14 pelajar/mahasiswa, 2 pekerja migran Indonesia (PMI), dan 5 turis. Kloter pertama yang terdiri dari 22 orang WNI tiba di Bandar Udara (Ban­dara) Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Selasa (10/03­/2026) sekitar pukul 18.00 WIB dan lang­sung disambut oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.

Sementara, kloter kedua yang terdiri dari sebanyak 10 WNI dari Iran diper­kira­kan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (11/03/2026). Para WNI yang dievakuasi kemudian akan dibantu pe­merintah daerah (pemda) untuk melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing.

Ika mengatakan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Kemlu untuk menyisir warga Banten di daerah konflik. Pihaknya memprioritaskan kese­lamatan dari para warga Banten ini. “Kami mengimbau kepada seluruh war­ga yang merasa mempunyai keluarga di Iran atau wilayah Timur Tengah lain­nya untuk memastikan kondisi keadaan keluarganya, dan turut berkoordinasi de­ngan kami,”tuturnya.

Langkah itu diambil untuk memper­mudah proses evakuasi jika ketegangan di Timur Tengah masih terus berlanjut. Lang­kah ini didukung oleh Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Banten, Wawan Suhada.

Ia meminta kepada Pemprov untuk mem­perluas pencarian warga Banten di daerah Timur Tengah. Menurutnya, perhatian pemerintah tidak hanya difokuskan pada warga yang berada di Iran, tetapi juga di negara-negara lain di kawasan tersebut yang berpotensi terdampak konflik, seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Yordania.

Wawan menegaskan, pemerintah memi­liki tanggung jawab untuk mem­beri­kan perlindungan kepada setiap warga negara Indonesia yang berada di luar negeri, termasuk mereka yang sedang menunaikan ibadah, menempuh pendidikan, maupun sekadar berwisata.

Menurutnya, langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap warga Ban­ten yang berada di kawasan tersebut. Pen­dataan ini penting untuk mem­per­mudah koordinasi jika sewaktu-waktu di­perlukan langkah evakuasi atau perlindungan lebih lanjut.

Wawan menilai, pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya melalui perwakilan In­donesia di luar negeri, untuk memasti­kan kondisi warga Indonesia tetap aman.

“Banyak warga kita yang berada di sana untuk berbagai keperluan, seperti ibadah, dan kuliah. Negara harus hadir mem­berikan perlindungan dan kesela­matan mereka,” katanya. (suf/air)