DECEMBER 9, 2022
18 PLUS

Ingin Sehat dan Tidak Stres, Seks Solusinya

post-img

Masalah rumah tangga tak hanya perkara ekonomi saja, tapi kesehatan pun jadi faktor penting yang harus diperhatikan.

Ketika istri atau suami tengah merasa pusing yang teramat sangat di kepala atau badan merasa tak enak, bisa jadi disebabkan karena jarangnya melakukan hubungan seks.

Membicarakan seks tidak terlepas dari hasrat seksual dan kepuasaan, namun lebih jauh dari itu, seks juga dijadikan sebagai obat.

Seks memberikan segudang manfaat baik untuk kesehatan fisik dan mental seseorang. Berdasarkan penelusuran Radar Banten di website gridhealt, ada banyak manfaat seks, salah satunya menghilangkan pusing di kepala.

Rasa pusing yang dirasakan bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti stres dan tersumbatnya aliran darah ke otak. Kondisi tersebut tentu akan berdampak terhadap kehidupan keluarga. Untuk itu, berhubungan dengan suami atau istri menjadi pilihan tepat guna menghilangkan stres atau pusing.

Saat berhubungan seks maka ketegangan akan semakin berkurang, sehingga tidak lagi membatasi pembuluh darah di otak sebagai salah satu penyebab dari pusing.

Cara alami menghilangkan stres adalah dengan bercinta karena mempengaruhi keberadaan kadar kortisol sebagai hormon steroid yang beredar di tubuh sebagai respons terhadap stress.

Dengan seks, maka akan ada pelepasan hormon oksitosin, endorfin, dan hormon rasa senang lainnya yang dapat mengurangi stres.

Selain itu, berdasarkan pengakuan beberapa narasumber yang tak ingin disebutkan namanya, setiap kali selesai melakukan hubungan seks, ia merasa mood jadi bagus, semangat kembali berkobar, bahkan meningkatkan kinerja dalam pekerjaan.

“Tentu banyak banget manfaat yang saya rasakan, badan juga rasanya fit dan stres menjadi hilang,” ungkapnya. 

Tentu masih banyak lagi manfaat seks yang bisa didapatkan setiap pasangan suami istri seperti kesehatan jantung, mening­katkan kekebalan tubuh, mengurangi resiko kanker prostat, dan lainnya. Untuk itu, suami dan istri disarankan untuk rutin bercinta de­ngan pasa­ngannya. Hal itu bertu­juan untuk me­ning­­katkan ke­sehatan tu­buh dan meng­hilangkan pu­sing yang me­nyumbat pe­redaran darah ke otak.

“Satu ming­gu minimal dua kali atau tiga kali. Ini un­tuk me­ning­­kat­kan ke­se­ha­tan dan su­pa­ya kita ter­hin­­dar dari pe­nyakit,” jelas­nya.(drp/tur)