IMUNISASI: Imunisasi di Kelurahan Bencongan Indah, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Jumat (12/8).(qodrat/radar banten)
SERANG – Sebanyak 1.383.830 balita di Banten menjadi sasaran untuk mendapatkan imunisasi dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) selama Agustus. Hingga 11 Agustus, capaian imunisasi ini baru 24,19 persen atau sebanyak 334.755 balita.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, imunisasi itu diberikan agar seluruh anak di Banten terbebas dari penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi.
“Ini tugas berat, dalam waktu satu bulan, target imunisasi hampir mencapai satu juta lebih orang,” ujar Ati, Jumat (12/8).
Ati menjelaskan, dalam BIAN ini, ada dua target imunisasi, yakni imunisasi campak rubella dan imunisasi kejar. Untuk sasaran imunisasi campak rubella, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan target 931.739 balita. Sementara capaiannya baru sebanyak 237.639 balita atau 25,5 persen.
“Sasaran imunisasi campak rubella ini diperuntukan bagi balita usia 9 sampai 59 bulan tanpa memandang status imunisasinya, apakah sudah diimunisasi atau belum,” tegasnya.
Kemudian, lanjut Ati, ada imunisasi kejar bagi usia 12 sampai 59 bulan yang diperuntukkan bagi balita yang belum lengkap status imunisasinya seperti imunisasi OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib. Untuk IPV, jumlah sasaran yakni 173.701 balita, sedangkan capaiannya baru 34.497 balita atau 19,86 persen.
Selanjutnya sasaran untuk OPV yakni 105.771 balita, sementara capaiannya 25.677 orang atau 24,28 persen. Terakhir, sasaran imunisasi DPT yakni sebanyak 172.619 balita, sedangkan realisasinya baru 36.942 orang atau 21,4 persen.
Ati yang juga merupakan mantan Direktur Utama RSUD Kota Tangerang ini mengatakan, dalam kurun waktu satu bulan yakni mulai 1 sampai 31 Agustus, sasaran yang sudah ditetapkan wajib selesai. “Target minimal 95 persen,” ujarnya.
Kemudian, mulai 1 sampai 14 September, Dinkes mempunyai waktu untuk sweeping apabila ada sasaran yang belum tercapai. Dinkes akan dibantu kader organisasi profesi dari tingkat kabupaten/kota, organisasi kemasyarakatan, dan institusi pendidikan.
Ati mengatakan, masyarakat dapat dilayani untuk imunisasi di semua fasilitas layanan kesehatan yang bekerja sama, seperti klinik, posyandu, bidan praktik, dan dokter praktek. “Gratis. Wajib gratis imunisasi program,” tegasnya.
Kata dia, imunisasi rutin dilakukan untuk mencegah penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi yang bisa menimbulkan kejadian luas biasa (KLB). Ia mencontohkan penyakit difteri seharusnya tidak ada, tapi setelah dua tahun lalu mengalami penurunan, kini kasus difteri ada lagi.
“Begitu juga campak rubella harusnya sudah tidak ada. Tahun 2023 seluruh provinsi harus bebas campak rubella,” ujar Ati.
Ia menegaskan, masyarakat harus memanfaatkan BIAN ini dengan sebaik-baiknya. Apalagi selama pandemi Covid-19 lalu, capaian imunisasi mengalami penurunan.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar berharap anak-anak Banten akan memiliki daya tahan tubuh yang baik dan kebal dengan melakukan imunisasi. Dengan imunisasi, maka semua pihak menyiapkan generasi Indonesia khususnya di Banten yang baik. “Maka kita bisa berharap Indonesia dan Banten khususnya bisa lebih maju,” tuturnya.
REALISASI DI TANGERANG
Sebanyak 62.034 anak di Kabupaten Tangerang telah menerima imunisasi bertepatan pada BIAN 2022. Program BIAN di Kabupaten Tangerang digelar selama dua bulan mulai Agustus hingga September 2022.
“Dari 283.291 ribu sasaran MR, saat ini sudah mencapai 62.034 ribu anak yang menerima imunisasi,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kabupaten Tangerang dr. Sumihar Sihaloho, Jumat (12/08)
Menurut, dalam pelaksanaan BIAN tersebut akan diberikan imunisasi campak dan measles rubella (MR) pada balita yang berumur 9 hingga 59 bulan. Saat ini capaian baru 21.9 persen, dan mendorong Pemkab terus menggenjot hingga 100 persen. “Sekarang baru mencapai 21.9 persen per tanggal 10 Agustus 2022,” ujarnya.
Pihaknya mengajak kepada seluruh masyarakat yang memiliki anak maupun balita berusia yang berusia 9 sampai 59 bulan, agar dapat membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat.
Lurah Bencongan Indah, Kecamatan Kelapa Dua, M Tarlan mengajak warganya untuk segera melakukan imunisasi balita di posyandu dan puskesmas. (nna-mul/bie)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
