DECEMBER 9, 2022
Utama

Capaian Imunisasi Balita Baru 24,19 Pesen

post-img

IMUNISASI: Imunisasi di Kelurahan Ben­cong­an Indah, Kecamatan Kelapa Dua, Kabu­pa­ten Tangerang, Jumat (12/8).(qodrat/radar banten)


SERANG – Sebanyak 1.383.830 ba­lita di Banten menjadi sasaran untuk men­dapatkan imunisasi dalam Bulan Imu­nisasi Anak Nasional (BIAN) selama Agus­tus. Hingga 11 Agustus, capaian imu­­nisasi ini baru 24,19 persen atau se­banyak 334.755 balita.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pro­vinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti me­ngatakan, imunisasi itu diberikan agar seluruh anak di Banten terbebas dari pe­nya­kit yang bisa dicegah dengan imu­nisasi.

 “Ini tugas berat, dalam waktu satu bulan, target imunisasi hampir mencapai satu juta lebih orang,” ujar Ati, Jumat (12/8).

Ati menjelaskan, dalam BIAN ini, ada dua target imunisasi, yakni imunisasi campak rubella dan imunisasi kejar. Untuk sasaran imunisasi campak rubella, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) me­ne­tapkan target 931.739 balita. Se­mentara capaiannya baru sebanyak 237.639 balita atau 25,5 persen. 

“Sasaran imunisasi campak rubella ini diperuntukan bagi balita usia 9 sam­pai 59 bulan tanpa memandang status imu­nisasinya, apakah sudah diimunisasi atau belum,” tegasnya.

Kemudian, lanjut Ati, ada imunisasi kejar bagi usia 12 sampai 59 bulan yang di­peruntukkan bagi balita yang belum lengkap status imunisasinya seperti imu­nisasi OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib. Untuk IPV, jumlah sasaran yakni 173.701 ba­lita, sedangkan capaiannya baru 34.497 balita atau 19,86 persen.

Selanjutnya sasaran untuk OPV yakni 105.771 balita, sementara capaiannya 25.677 orang atau 24,28 persen. Terakhir, sa­saran imunisasi DPT yakni sebanyak 172.619 balita, sedangkan realisasinya baru 36.942 orang atau 21,4 persen.

Ati yang juga merupakan mantan Direktur Utama RSUD Kota Tangerang ini menga­takan, dalam kurun waktu satu bulan yakni mulai 1 sampai 31 Agus­tus, sasaran yang sudah ditetapkan wajib selesai. “Target minimal 95 persen,” ujarnya.

Kemudian, mulai 1 sampai 14 Sep­tem­­­ber, Dinkes mempunyai waktu untuk sweeping apabila ada sasaran yang be­lum tercapai. Dinkes akan dibantu kader organisasi profesi dari tingkat kabupaten/kota, organisasi kemasyarakatan, dan ins­titusi pen­didikan.

Ati mengatakan, masyarakat dapat di­layani untuk imunisasi di semua fa­silitas layanan kesehatan yang bekerja sama, seperti klinik, posyandu, bidan prak­tik, dan dokter praktek. “Gratis. Wajib gratis imunisasi program,” tegas­nya.

Kata dia, imunisasi rutin dilakukan untuk mencegah penyakit yang bisa di­cegah dengan imunisasi yang bisa me­nimbulkan kejadian luas biasa (KLB). Ia mencontohkan penyakit difteri se­h­a­rusnya tidak ada, tapi setelah dua ta­hun lalu mengalami penurunan, kini kasus difteri ada lagi. 

“Begitu juga campak rubella harusnya sudah tidak ada. Tahun 2023 seluruh provinsi harus bebas campak rubella,” ujar Ati.

Ia menegaskan, masyarakat harus memanfaatkan BIAN ini dengan sebaik-baiknya. Apalagi selama pandemi Covid-19 lalu, capaian imunisasi me­ngalami penurunan.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar berharap anak-anak Banten akan memiliki daya tahan tu­buh yang baik dan kebal dengan me­lakukan imunisasi. Dengan imunisasi, maka semua pihak menyiapkan generasi Indo­nesia khususnya di Banten yang baik. “Maka kita bisa berharap Indonesia dan Banten khususnya bisa lebih maju,” tu­turnya. 


REALISASI DI TANGERANG

Sebanyak 62.034 anak di Kabupaten Tangerang telah menerima imunisasi ber­tepatan pada BIAN 2022. Program BIAN di Kabupaten Tangerang digelar selama dua bulan mulai Agustus hingga September 2022. 

“Dari 283.291 ribu sasaran MR, saat ini sudah mencapai 62.034 ribu anak yang menerima imunisasi,” kata Kepala Bi­dang (Kabid) Pencegahan dan Pe­ngendalian Penyakit pada Dinkes Ka­bupaten Tangerang dr. Sumihar Sihaloho, Jumat (12/08)

Menurut, dalam pelaksanaan BIAN ter­sebut akan diberikan imunisasi campak dan measles rubella (MR) pada balita yang berumur 9 hingga 59 bulan. Saat ini capaian baru 21.9 persen, dan men­dorong Pemkab terus menggenjot hingga 100 persen. “Sekarang baru men­capai 21.9 persen per tanggal 10 Agustus 2022,” ujarnya. 

Pihaknya mengajak kepada seluruh masyarakat yang memiliki anak maupun balita berusia yang berusia 9 sampai 59 bulan, agar dapat membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat.

Lurah Bencongan Indah, Kecamatan Kelapa Dua, M Tarlan mengajak warga­nya untuk segera melakukan imunisasi ba­lita di posyandu dan puskesmas. (nna-mul/bie)