DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Pemkab Tindaklanjuti Rekomendasi UGM

post-img

SERANG - Pemkab Serang bakal me­nindaklanjuti rekomendasi maha­siswa Universitas Gadjah Mada (UGM) selama program kuliah kerja mahasiswa (KKM) di Kecamatan Tanara.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa pada pelepasan mahasiswa peserta KKM UGM di Pendopo Bupati Serang, Jumat (12/8). Hadir sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan perwakilan dari UGM.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa UGM melakukan KKM di Kecamatan Tanara selama satu bulan. Mereka fokus pada pengembangan wisata religi serta penanganan lingkungan. KKM ini merupakan tindaklanjut dari kerjasama antara Pemkab Serang dengan UGM dalam rangka pember­dayaan masyarakat. 

Pandji mengatakan, kegiatan KKM mahasiswa UGM ini tidak hanya sere­monial semata, melainkan harus ada program yang ditinggalkan kemudian ditindaklanjuti oleh Pemkab Serang. "Makanya saya minta hasil laporan selama KKM itu agar dipelajari oleh kami, kemudian akan kami tindak­lanjuti," kata Pandji kepada wartawan.

Ia mengatakan, ada beberapa program yang bisa dikembangkan oleh Pemkab Serang. Seperti pengembangan desti­nasi wisata, penanggulangan bencana, pengembangan ekosistem mangrove, mengubah pola pikir warga agar me­miliki kesadaran wisata serta penelitian terkait Syech Nawawi Al Bantani. "Hasil program itu nanti akan kami diskusikan dengan para kepala OPD sehingga dapat menentukan prog­ram ini OPD mana yang menjalani," jelasnya.

Tindaklanjut program ini tujuannya, kata Pandji, agar apa yang dihasilkan dari kegiatan KKM dapat menjadi program yang benar-benar menjadi hal yang bermanfaat bagi masyarakat.

Perwakilan Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat (DPKM) UGM dr Sudaryatno menyampaikan ada empat program yang menjadi fokus utama para mahasiswa KKN UGM ialah sani­tasi dan kebersihan di kawasan objek wisata religi Syech Nawawi Al Bantani.

"Sehingga masyarakat memiliki touris minded, menjaga kebersihan dan sanitasi agar wisatawan dapat menik­mati kunjungannya dengan nyaman," katanya.

Kedua yakni optimalisasi kotoran kerbau menjadi pupuk kompos yang bisa dimanfaatkan warga sebagai pakan ikan untuk menyuplai kebutuhan pakan di tambak.

Ketiga, ialah optimalisasi kawasan tanaman mangrove dengan membuat objek wisata berbasis mangrove, dan terakhir ialah penanganan stunting. "Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meminta kegiatan KKN setahun sekali setiap tahunnya, tapi kami bisa laksanakan setahun dua kali," pungkasnya. (drp/jek)