DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Pemdes Margagiri Panen Pakcoy

post-img

BOJONEGARA - Pemerintah Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara memberi perhatian khusus pada program penanganan stunting dan ketahanan pangan warga. Salah satunya memberikan pakcoy gratis kepada anak dan ibu peserta program.

Pakcoy yang diberikan hasil pertanian dengan sistem hidroponik di lahan bengkok, Kampung Marga Indah seluas 6 x 9 meter persegi.

Sebanyak 386 lubang hidroponik berhasil membuahkan daun-daun pak­coy yang segar dan lebat. Hasil panen pakcoy ini dibagikan secara gratis kepada anak-anak dan ibu-ibu peserta program penanganan stunting.

Kepala Desa Margagiri Ruhul Amin mengatakan, dalam rangka menjalan­kan program Pemkab Serang terkait penurunan angka stunting, pihaknya berupaya memberikan pelayanan menarik bagi peserta program penanganan stunting.

“Mereka kami beri pakcoy dari hasil panen ketahanan pangan, supaya makin semangat ikut program penanganan stunting­nya,” kata Ruhul saat berbincang dengan Radar Banten di ruang kerjanya, Kamis (14/7).

Dijelaskan Ruhul, pihaknya memberi stimulus awal bagi warga untuk bertani sayuran dengan mengandalkan alokasi anggaran ketahanan pangan. “Alham­dulillah, hasil panennya kami serahkan kepada warga, biarkan warga menikmati hasilnya,” ujarnya.

Hasil panen pakcoy ini mencapai 100 kilogram, bahkan masih banyak sisa yang masih belum dipetik atau dipanen. 

“Tentu kesuksesan panen pakcoy ini tak terlepas dari peran Direktur BUMDes, BPD, RW, RT dan masyarakat yang intens merawat bersama,” tuturnya. 

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Margagiri Toha Karya menam­bahkan, kekompakan antara kades, BPD, pengelola BUMDes, hingga RW dan RT, menjadi modal utama program desa bisa berjalan.

“Termasuk warga kami juga sangat kom­pak, program stunting dan ketaha­nan pangan bisa berjalan maksimal,” pungkasnya. (drp/bie)