DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Jaga Tradisi Ngagurah Dano

post-img

CINANGKA - Tradisi Ngagurah Dano pada rangkaian Festival Desa Wisata Cikolelet, Kecamatan Cinangka diikuti sebanyak 4.000 orang. Kegiatan ini menjadi momentum bangkitnya pariwisata paska Pandemi Covid-19 di Kabupaten Serang.

Diketahui, Festival Desa Wisata Cikolelet berlangsung sejak 3 hingga 31 Agustus 2022. Banyak tradisi dan kebudayaan yang ditampilkan selama berlangsungnya acara.

Pada event Ngagurah Dano, warga terjun ke dasar Sungai Cidanau yang sedang surut. Kemudian warga serentak menangkap ikan dengan alat tangkap tradisional. 

Kepala Desa Cikolelet Ojat Darojat mengatakan, Ngagurah Dano meru­pakan tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun, serta bentuk kearifan lokal masyarakat di bantaran Sungai Cidanau, meliputi empat wilayah yakni Kecamatan Mancak, Padarincang, Ciomas, dan Cinangka.

"Event ini dalam rangka menjaga tradisi yang sudah berlangsung sejak nenek moyang, sebagai ajang silaturah­mi petani, diikuti oleh sekira 4.000 orang," kata Ojat kepada Radar Banten, Minggu (14/8).

Dijelaskan Ojat, masyarakat sangat antusias mengikuti ngagurah dano, setelah terjun langsung ke danau, ikan hasil tangkapan mereka dibakar dan disantap bersama. "Sempat turun hu­jan, tapi tetap semarak," ujarnya.

Festival desa wisata Cikolelet, lanjut Ojat, sudah menggelar lima kegiatan yakni pembukaan, lomba tradisi seperti lomba bendrong lesung, enggrang, hari budaya dan tradisi ngagurah dano.

Selanjutnya, bakal ada kegiatan yang tak kalah seru lainnya seperti trail adventure yang diikuti sebanyak 500 peserta yang sudah daftar dan ditarget­kan ada 750 peserta pada tanggal 27, juga ada parade band lokal. "Ada gelaran ekonomi kreatif juga yang diikuti 10 desa wisata di Kabupaten Serang," katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Winarni mengatakan, Festival Desa Wisata Cikolelet merupakan pelestarian seni budaya dan promosi wisata di Kabupaten Serang. "Ini bisa memotivasi desa lainnya agar terus berinovasi dan menjadi desa wisata," tambahnya.

Ia mengatakan, saat ini ada 22 desa wisata rintisan yang sudah mendapat surat keputusan (SK) dari Bupati Serang. Ia menilai, banyak desa-desa di Kabupaten Serang yang sangat layak menjadi desa wisata karena punya potensi seperti gunung, laut, dan pemandangan alam lainnya.

"Bahkan ada banyak produk UMKM yang potensial, itu bisa dikembangkan, harapannya inovasi itu terus dikem­bang­kan agar meningkatkan IDM, serta akan muncul desa-desa wisata man­diri lainnya," pungkasnya. (drp/jek)