DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Pandji Ancam Geser Camat

post-img

Penerimaan 

PBB-P2 Rendah

SERANG - Pemkab Serang mengevaluasi penerimaan pajak bumi dan bangunan pedesaan perkotaan (PBB-P2) di tingkat kecamatan. Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengancam bakal menggeser camat jika penerimaan PBB-P2 nya masih rendah.

Evaluasi dilakukan di Aula Tb Suwandi Pemkab Serang, Rabu (14/9). Hadir Asda I Pemkab Serang Nanang Supriatna dan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Ba­penda) Mohammad Ishak Abdurrauf.

Pandji memberikan bendera putih pada Kecamatan Pamarayan sebagai simbol penerimaan pajak tertinggi. Sementara bendera hitam untuk Kecamatan Tunjung­teja yang terendah.

Pandji mengatakan, penerinaan PBB-P2 di kecamatan masih sangat rendah. Rata-rata masih di bawah 50 persen. "Yang pa­ling tertib saja hanya mencapai 46,4 persen," katanya.

Ia menekankan kepada para camat agar serius menyikapi penerimaan PBB. Kata dia, penerimaan PBB ini menjadi salah satu indikator penilaian kinerja camat. "Kita akan evaluasi lagi, pasti ada sanksinya, bisa jadi nanti ada pergeseran (jabatan camat) atau kita tarik ke dalam (dimutasi ke jabatan di OPD)," tegasnya.

Pihaknya juga merasa geram banyak camat yang tidak hadir langsung pada evaluasi tersebut. Padahal, evaluasi itu undangan resmi dari Bupati Serang. "Ini banyak yang diwakili oleh sekmatnya," ucapnya.

Kepala Bapenda Kabupaten Serang Mohammad Ishak Abdurrauf mengatakan, setelah itu pihaknya akan terus meng­evaluasi penerimaan PBB di setiap kecamatan. "Setiap bulan kita evaluasi lagi," katanya.

Untuk memaksimalkan penerimaan PBB, pihaknya juga melakukan pelayanan keliling ke setiap desa. "Kita ada program mobil pelayanan keliling, ini langsung kita datangi ke desa-desa," ujarnya.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengen­dalian pada Bapenda Kabupaten Serang Devi Maryati menyampaikan, penerimaan PBB-P2 sudah mencapai Rp97,86 miliar dari target Rp95 miliar.

Penerimaan PBB-P2 buku satu sampai tiga paling tinggi di Kecamatan Pamarayan 46,4 persen, Tanara 45,9 persen, dan Kecamatan Jawilan 42,6 persen. Sementara paling rendah Kecamatan Tunjungteja 20,6 persen, Binuang 21,3 persen, dan Kecamatan Bandung 24,2 persen.

Kemudian, desa yang penerimaannya di atas 70 persen yakni Desa Sumuranja Kecamatan Puloampel 97,2 persen, Desa Cemplang Kecamatan Ciomas 92,6 persen, Desa Lamaran Kecamatan Binuang 85 persen, Desa Kabuyutan Kecamatan Tirtayasa 75,7 persen, Desa Kampung Baru Kecamatan Petir 75,2 persen, Desa Pamanuk Kecamatan Carenang 74,6 persen, dan Desa Mancak Kecamatan Mancak 70,3 persen.

Sementara desa yang penerimaannya di bawah 10 persen yakni Desa Pulopanjang dari 1.448 SPPT baru terealisasi 1 SPPT, Desa Siketuk Kecamatan Ciomas dari 1.292 SPPT baru terealisasi 3 SPPT, dan Desa Cisitu Kecamatan Ciomas dari 1.297 SPPT baru terealisasi 2 SPPT. (jek)