DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

181 Hektare Sawah Terserang Hama

post-img

SERANG - Seluas 181 hektare sawah di Kabupaten Serang terserang hama, mulai dari hama penggerak batang padi, wereng batang coklat (WBC) hingga tikus. Paling banyak terjadi di Kecamatan Ciruas dan Kecamatan Cikeusal.

Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Serang Tata Juarta mengatakan, 181 hektare sawah yang terserang hama itu tersebar di 14 kecamatan, paling luas di Kecamatan Ciruas dan Kecamatan Cikeusal yang masing-masing 28 hektare. "Yang dominan sekarang hama pengerek batang padi, tersebar ke 181 hektare lahan sawah," kata Tata kepada Radar Banten, Senin (14/8).

Dijelaskan Tata, hama penggerek batang padi ini muncul disebabkan oleh perubahan cuaca yang tak menentu. Artinya meskipun masuk musim kemarau akan tetapi masih terjadi hujan. 

Selain hama penggerek batang padi, ada juga hama WBC dan tikus. Hama WBC ini tersebar di lima kecamatan yakni Kecamatan Padarincang, Ciruas, Kragilan, Lebakwangi, dan Kecamatan Binuang. Namun intensitasnya tidak terlalu besar dan masih tinggi hama penggerek batang padi. “Kalau hama WBC hanya menyerang lahan sawah 23 hektare dan tikus hanya 10 hektare,” katanya.

Kendati demikian, lanjut Tata, serangan hama itu tidak memengaruhi hasil panen petani. Karena tidak ada puso besar-besaran atau gagal panen atas serangan hama tersebut. “Kalau sudah ada puso di atas 500 hektare atau 1.000 hektare, baru bisa berpengaruh pada hasil panen petani,” ucapnya.

Pihaknya mengaku sudah melakukan penanganan serangan hama tersebut. Supaya tidak meluas ke tanaman padi lainnya. “Kami sudah melakukan pengen­dalian dengan bekerjasama bersama POPT Provinsi Banten, petani dan penyuluh pertanian,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabu­paten Serang Zaldi Dhuhana mengatakan, serangan hama di Kabupaten Serang masih bisa dikendalikan. Hal itu terlihat dari sebaran hama yang masih di bawah batas maksimum dari luas sawah di Kabupaten Serang.

Sehingga pihaknya memastikan serangan hama itu tidak akan memengaruhi produksi padi di Kabupaten Serang. “Di triwulan ketiga ini di Agustus 2022, kita bisa produksi 350 ribu ton gabah kering giling,” katanya.

Dikatakan Zaldi, dengan kondisi cuaca kemarau basah saat ini lahan pertanian masih terus berproduksi sehingga ia optimistis sampai akhir tahun produksi padi bisa surplus. (drp/jek)