DECEMBER 9, 2022
Cover Story

Flu Berat Merebak di Lebak

post-img

Beberapa hari terakhir ini, banyak warga Kabupaten Lebak yang mengeluhkan akan rasa gatal di tenggorokan, flu, batuk bahkan demam. 

Mereka mengaku merasakan hal itu sejak memasuki bulan September 2022 ini.

Bahkan di antaranya mengalami flu berat dengan gejala demam, terganggunya saluran pernapasan, dan tidak sedikit di antara mereka harus berujung dirawat di rumah sakit. 

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan pada Dinkes Lebak Dr. Firman Rahmatullah mengakui, kondisi itu. Bahkan dirinya sendiri tengah mengalami gejala flu berat.

”Iya kang, sekarang lagi musim flu, saya aja sekarang lagi flu berat,” kata Firman kepada Radar Banten, Jumat (16/9).

Firman mengatakan, flu itu disebabkan oleh berkurangnya imunitas tubuh akibat perubahan iklim cuaca yang kurang bersahabat.

Diketahui, saat ini Indonesia tengah berada di musim transisi dari kemarau ke penghujan alias Pancorba. Peralihan musim itu tandai dengan cuaca panas yang kerap berubah secara tiba-tiba menjadi hujan deras.

Firman mengatakan, di musim pancaroba ini terdapat beberapa penyakit yang harus diwaspadai khususnya Infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

”Di musim Pancaroba ini kita harus waspadai ISPA karena perumahan suhu udara yang secara tiba-tiba bisa saja memicu penyakit ini dengan gejala awal batuk dan pilek,” kata Firman.

Warga diminta untuk tidak abai terhadap penyakit yang paling banyak diidap oleh warga di Indonesia ini, karena jika ISPA bertambah parah, gejala penyakit ISPA yang lebih serius akan timbul, seperti kesulitan bernapas, pusing, tingkat oksigen dalam darah rendah, demam tinggi dan menggigil, bahkan yang lebih parah kesadaran menurun hingga pingsan.

”Tanda dan gejala penyakit ISPA pada umumnya berlangsung dari satu sampai dua minggu, dan hampir sebagian besar pengidap ISPA akan mengalami perbaikan gejala setelah minggu pertama. Penyakit ini tidak boleh dianggap remeh, khususnya jika penderitanya Balita. Harus cepat diobati ke pusat layansan kesehatan setempat. Karena jika dibiarkan penyakit ini bisa berbahaya dan bahkan merengut nyawa seseorang,” ucapnya.

Selain itu, dirinya juga mengimbau kepada warga Lebak untuk mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditimbulkan dari nyamuk Aeded Aegypti atau Aedes Albopictus.

Menurutnya, di musim Pancaroba ini perkembangan jentik nyamuk demam berdarah itu lebih banyak dibandingkan biasanya.

”Dari data kita itu ada kategori DD(Demam Dengue), suspect DHF, DHF (dengue Hemoragic Fever), DSS (Dengue Syok Syndrome) total dari Januari ada 189 kasus sampai sekarang. 4 diantaranya meninggal dunia,” tuturnya.

Untuk mencegahmya, Dinkes Lebak meminta kepada warga Lebak untuk tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kondisi lingkungan sekitar juga pemenuhan gizi yang cukup.

”Selain itu, kondisi lingkungan juga berpengaruh. Untuk itu kita minta agar warga lebih memerhatikan kondisi lingkungan sekitar, dan juga menerapkan PHBS. Jangan sampai kita abai terhadap kondisi lingkungan yang akan berdampak pada kesehatan tubuh kita,” kata Kepala Dinkes Lebak Triatno Supiono.

Katanya, penerapan PHBS dinilai dapat mencegah berbagai penyakit, di antaranya DBD. DBD sendiri muncul karena kebersihan lingkungan yang tidak terjaga. 

”Kebersihan lingkungan menjadi hal utama dalam mencegah DBD. Karena nyamuk akan sulit berkembang jika lingkungan nya bersih,” katanya.

Pria berkacamata ini menyebut saat ini masyarakat harus aktif untuk saling peduli dan kompak dalam menjaga lingkungan bersih.

”Nah ini yang harus kita tingkatkan kembali. Penyakit DBD ini adalah, penyakit akibat lingkungan. Ketika lingkungan kita bersih, tidak ada penampungan jentik dan tidak tempat perindukan nyamuk. Insya Allah semuanya aman,” tegasnya.

Selain itu, Triatno membagikan tips untuk menghindari flu ditengah musim pancaroba. Yakni banyak meminum air putih, setidaknya 1,5 liter setiap harinya. Selain memenuhi kebutuhan cairan, juga mampu membantu mengeluarkan racun dari tubuh dan meningkatkan fokus dalam menjalankan aktivitas.

Makan tepat saktu serta perhatikan gizinya, jaga pola makan agar tidak terlambat dan perhatikan kandungan gizi dari makanan tersebut, perbanyak makan sayur dan buah dan hindari makanan yang tidak higienis, terlalu banyak minyak. Apabila dirasa masih kurang, tambah dengan vitamin dan suplemen agar tubuh bekerja dengan maksimal.

”Juga tetap luangkan waktu untuk berolahraga minimal 30 menit setiap hari. Tujuannya adalah agar tubuh Anda tidak kaku dan lemas ketika beraktifitas sehari-hari, juga untuk mengeluarkan racun melalui keri      ngat dan jangan lupa untuk memberikan tubuh waktu istirahat yang cukup,” pungkasnya. (mg-02/nda)