SERANG - Lima kecamatan dan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang terdampak pelebaran jalan tol Tangerang-Merak. Lahan yang terdampak akan mendapatkan ganti rugi berupa lahan pindahan.
Kepala Bidang Aset pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Serang Indra Gunawan mengatakan, lima kecamatan itu ialah Kecamatan Cikande, Kibin, Kragilan, Ciruas dan Kecamatan Kramatwatu.
"Ada lima kecamatan yang terkena dampak pelebaran tol termasuk lahan Puspemkab," kata Indra kepada Radar Banten, Jumat (16/9).
Dari kelima kecamatan itu, ada 13 desa yang lahannya terdampak yakni Desa Koper dan Julang, Kecamatan Cikande, Desa Kibin, Ciagel dan Tambak, Kecamatan Kibin, Desa Undar Andir, Kragilan dan Sentul, Kecamatan Kragilan, Desa Kaserangan yang terdapat lahan Puspemkab di Kecamatan Ciruas, Desa Kramatwatu, pegadingan, Margasana dan Toyomerto, Kecamatan Kramatwatu.
"Lahan Puspemkab yang terdampak seluas 130 meter di bagian utara," katanya.
Dijelaskan Indra, pihaknya sudah melakukan pertemuan bersama Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Marga dan Direktorat Jalan Bebas Hambatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI beberapa waktu lalu. Pertemuan yang diikuti camat serta kepala desa di lima kecamatan itu membahas identifikasi lahan yang terdampak tol, terkait jumlah luas lahan keseluruhan pihaknya belum mengetahui secara pasti.
Namun pihaknya memastikan ganti rugi lahan akan diberikan dalam bentuk pemberian pengganti lahan, bukan berupa nominal uang. "Penggantian lokasi lahannya pun di lokasi yang masih dalam wilayah desa terdampak," katanya.
Selain tanah milik Puspemkab dan pemerintah desa, ada juga lahan milik Provinsi Banten serta lahan kewenangan pemerintah pusat seperti Dirjen Bina Marga dan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3). Bahkan ada bangunan sekolah SDN Gempol di Kecamatan Kramatwatu.
Tahap selanjutnya, kata Indra, akan ditentukan oleh Kementerian PUPR untuk membahas lebih detil terkait objek vital mana saja yang terdampak. "Termasuk pelaksanaan pembangunan nanti akan dibahas, kalau sekarang masih identifikasi," tuturnya.
Camat Kibin Babay Karnawi mengatakan, di wilayahnya ada tiga desa yang terdampak dan sudah selesai tahap identifikasi. Ia menilai, hal itu tidak terlalu merugikan baik bagi pemerintah desa maupun kecamatan.
"Itu kan program pusat, jadi kita harus mendukung asal semuanya mendapatkan ganti rugi lahan yang jelas," pungkasnya. (drp/jek)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
