DECEMBER 9, 2022
Utama

Figur Sejati Umara yang Mendengarkan Ulama

post-img

DOA BERSAMA: Sejum­lah Ulama memimpin acara doa bersama doa bersama di Pondok Pesantren Daarul Fikri Malingping, Kadu­jajar, Kabupaten Lebak, Selasa (16/8). (RELAWAN GANJAR)


Santri di Banten Dukung Ganjar Presiden Indonesia 2024


Tidak kurang dari 700 santri di daerah paling selatan Provinsi Banten mengikuti acara doa bersama di Pondok Pesantren Daarul Fikri Malingping, Kadujajar, Kabupaten Lebak, Selasa (16/8). Ratusan santri ini mendoakan pemimpin yang dihasilkan pada Pemilu 2024 mendatang membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi Bangsa Indonesia.


Kegiatan yang digelar jaringan Santri Dukung Ganjar Banten ini ber­tajuk ‘Istighosah dan Doa Bersama Gan­jar Presiden 2024’. Para santri me­­nilai Ganjar adalah sosok yang pa­ling tepat melanjutkan ke­pemim­pin­an Nasional pada 2024 mendatang. Rekam jejaknya telah terbukti banyak membawa perubahan kepada kemajuan. Baik saat menjadi anggota DPR maupun saat memimpin Jawa Tengah. 

Sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar telah berhasil menaikkan kesejahteraan masyarakat banyak dengan melibatkan semua kalangan dalam proses pem­buatan kebijakan serta pelaksanaan pem­bangunan. Termasuk, melibatkan kalangan pesantren dan mendorong kemajuannya.

Pengasuh Ponpes Daarul Fikri KH Aly Su’udi menyebutkan, Ganjar adalah figur pemimpin egaliter yang mampu merangkul semua kalangan tanpa me­mandang suku, agama, ras dan golongan. Hal itu membuat para santri tergerak untuk ikut menyemarakkan gelombang dukungan pada gerakan Ganjar Pranowo Presiden 2024. 

“Beliau itu orangnya egaliter, dengan ka­langan santri itu seperti tidak ada batas. Ini yang sering dilihat oleh kaum santri mem­buat mereka menjadi tertarik ikut men­dukung dan mendoakan beliau. Hara­pan­nya sangat besar kepada Pak Ganjar,” ujar KH Aly Su’udi di Ponpes Daarul Fikri. 

Selain menjadi pemimpin yang egaliter, lanjut KH Aly Su’udi, Ganjar juga sering mengunjungi pesantren-pesantren dan sowan ke banyak ulama. Kunjungan yang dilakukan Ganjar tak hanya sebatas si­laturahmi saja, tetapi juga mendorong kalangan santri memiliki lebih banyak peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Hal itu terus didorong Ganjar agar pe­santren dapat kembali menunjukkan bahwa santri sangat berjasa dalam mem­bangun dan memajukan negara ini, terutama pada masa-masa sebelum dan sesudah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Dengan demikian, KH Aly Su’udi meng­harapkan, hajat agar Ganjar Pra­nowo menjadi Presiden 2024 bisa benar-benar terwujud. Ia meyakini, saat Ganjar terpilih menjadi Presiden 2024, maka Indonesia akan lebih se­jah­tera dan derajat lingkungan pe­san­tren juga ikut terangkat. 

“Ke depan bisa memperhatikan kaum santri agar kami lebih banyak peluang dan kesempatan untuk berkiprah me­ngabdi berkhidmah kepada bangsa dan negara ini melalui sektor apapun,” kata KH Aly Su’udi. 

“Mudah-mudahan Pak Ganjar diridhoi Allah SWT, sehingga beliau bisa bukan cuma Calon Presiden, tetapi mudah-mudahan berhasil (jadi Presiden-red) ke depannya,” sambung KH Aly Su’udi. 

Perwakilan Koordinator Nasional Santri Dukung Ganjar, Arif Wicaksana me­nuturkan, kiprah Ganjar selama me­mimpin dua periode di Jawa Tengah telah mampu membawa perubahan signifikan. Tak hanya mendengarkan aspirasi rakyat, keinginan aspirasi tersebut juga ditindaklanjuti oleh Ganjar dan dieksekusi melalui program-pro­gram yang dicetuskan langsung oleh man­tan anggota DPR RI itu. 

“Karena kita ketahui Pak Ganjar ini sangat merakyat dan juga mau men­de­ngar hati nurani rakyat Indonesia dan semoga Indonesia semakin maju dan sejahtera ketika beliau menjadi Presiden Republik Indonesia di tahun 2024,” tutur Arif. 

Arif menjelaskan, bagi kalangan santri, Ganjar tak hanya sosok yang diharapkan menjadi Presiden 2024 mendatang, tetapi juga menjadi sosok pemimpin yang mampu menyatukan segala per­bedaan yang ada di masyarakat dalam nilai-nilai kebhinekaan. 

Oleh sebab itu, santri akan terus me­ngenalkan dan mengonsolidasikan du­kungan bagi gerakan ‘Ganjar Pranowo Pre­siden 2024’ kepada masyarakat luas, khususnya di kalangan pesantren-pesantren. (*)