DECEMBER 9, 2022
Radar Serang

Revitalisasi Alun-alun Kembali Diundur

post-img

REVITALISASI : Revitalisasi Alun-alun Kota Serang kembali mengalami kemunduran.


Proyek Rp48,5 Miliar Masih Tahap Review dan Lelang

SERANG – Revitalisasi Alun-alun Kota Serang kembali diundur. Peker­jaan yang sebelumnya ditargetkan mu­lai pada April 2026 diundur ke awal Mei 2026. Namun, hingga kini proyek strategis Pemkot Serang itu belum dapat dilaksanakan karena ma­sih menunggu proses administrasi, review Inspektorat, hingga tahapan pelelangan proyek.

Meski begitu, Pemkot Serang me­mas­t­ikan proyek penataan ruang publik senilai Rp48,5 miliar tersebut tetap akan direalisasikan tahun ini se­bagai bagian dari percepatan pemba­ngunan wajah ibu kota Provinsi Banten.

Berdasarkan data pada Layanan Pe­ngadaan Secara Elektronik (LPSE), ter­catat sebanyak 44 perusahaan mengikuti tender proyek revitalisasi Alun-Alun Kota Serang tersebut. Saat ini, Pemkot Serang melalui Dinas Pe­kerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) masih menunggu hasil evaluasi proses pelelangan dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ).

Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Su­nardi mengatakan, pihaknya saat ini melakukan kaji ulang terhadap sejumlah komponen proyek agar pe­lak­sanaan pembangunan lebih matang. Menurutnya, langkah tersebut dila­ku­kan untuk meminimalisasi adanya peru­bahan pekerjaan atau contract change order (CCO) saat proyek berja­lan. “Kita melakukan kaji ulang karena ada beberapa hal yang be­lum pas, ter­utama terkait kenaikan harga dan juga analisa terhadap upah serta komponen lainnya,” ujar Iwan, Se­nin (18/5).

Ia menjelaskan, revitalisasi Alun-alun Kota Serang merupakan salah satu program strategis daerah yang mem­butuhkan perencanaan detail agar proses pembangunan berjalan se­suai target.

Selain menyesuaikan komponen harga dan upah, kaji ulang juga dila­ku­kan untuk menyempurnakan konsep pe­rencanaan yang sebelumnya telah disusun bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang. “Tujuannya agar saat pelaksanaan nanti tidak ada lagi CCO atau perubahan pekerjaan di tengah jalan. Jadi semuanya disem­pur­nakan lebih awal,” terangnya.

Iwan mengungkapkan, proses pelela­ngan proyek sepenuhnya menjadi ke­we­nangan BPBJ Kota Serang. Sedangkan, DPUPR hanya menunggu hasil evaluasi dan penetapan peme­nang tender. “Informasi yang saya dapat memang ada hampir 50 peru­sahaan yang ikut. Saat ini kami tinggal me­nunggu hasil evaluasi proses pe­lelangan dari BPBJ,” tuturnya.

Ia mengatakan, pihaknya tidak ikut campur dalam tahapan proses lelang ka­rena seluruh mekanisme pengadaan telah diatur sesuai ketentuan. Evaluasi tek­nis dari DPUPR baru akan dilakukan setelah proses penetapan pemenang tender selesai dilakukan BPBJ. “Saya sendiri tidak boleh ikut campur dalam proses itu. Nanti setelah ada pemenang atau gambaran hasilnya, baru kita eva­luasi bersama-sama,” tegasnya.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi ber­harap pembangunan tahap awal re­vitalisasi Alun-Alun Kota Serang da­pat dimulai pada Juni 2026 men­datang. Ia meminta seluruh proses ad­ministrasi dan lelang dapat segera diselesaikan agar target penyelesaian proyek tidak mengalami keterlambatan terlalu jauh. “Targetnya bulan depan (Juni-red) sudah mulai pembangunan tahap awal supaya lebih cepat, karena kita mengejar Desember sudah selesai dan bisa launching,” ujar Budi.

Diketahui, revitalisasi Alun-Alun Kota Serang menjadi salah satu proyek penataan ruang publik terbesar yang direncanakan Pemkot Serang pada tahun 2026. Proyek tersebut dibiayai melalui APBD murni Kota Serang de­ngan total anggaran mencapai sekitar Rp48,5 miliar. (nrl/nna)