DECEMBER 9, 2022
Love Story - Inspirasi

Selalu Salah di Mata Mertua, Minggat Deh Jadinya

post-img

Dodi (27) nama samaran sudah tidak bisa lagi menahan sabar, tinggal bersama keluarga istri, kita panggil saja Mirna (25), Dodi selalu salah di mata mertua. Akhirnya ia minggat dan menolak diajak pulang.


Setelah menikah pada akhir 2020 lalu, Dodi memang terpaksa tinggal bersama mertua di Ciruas. Bukan karena ia tak mampu membeli rumah atau paling tidak mengontrak, tapi lantaran Mirna yang belum siap hidup mandiri.

Karena tak ingin memaksa keinginan istri, ia pun menurut ketika Mirna mengajaknya tinggal bersama keluarganya. Di rumah itu, masih ada kakak dan adik Mirna yang belum berumah tangga.

Dodi bekerja sebagai karyawan toko ponsel, sedangkan Mirna tak bekerja. Kendati demikian, karena keluarga Mirna yang secara ekonomi lebih bagus, kalau untuk urusan makan mereka selalu tercukupi.

Gaji Dodi, dimanfaatkan Mirna untuk membeli barang-barang yang ia sukai seperti baju, tas, sepatu dan aksesoris lainnya. 

“Awalnya sih enggak ada masalah, keluarga dia baik banget ke saya,” katanya.

Mereka menjalani hari dengan penuh kasih sayang, setelah tiga bulan, barulah muncul masalah seperti Dodi yang pulang telat dimarahi ibu mertua, sampai urusan air galon kosong tak ada yang mengisi pun, menyalahkan Dodi.

“Saya dibilang menantu males, air galon abis enggak diisi, padahal mana tahu saya galon kosong,” katanya.

Setiap kali mertua ngomel, Dodi cuma bisa curhat ke Mirna, istrinya pun tak berani bilang ke ibunya kalau Dodi merasa tak nyaman. Ujung-ujungnya Dodi minta pindah, tapi Mirna menolak, ribut deh.

Bagi Dodi, apa yang dianggapnya benar, selalu dipandang salah oleh mertuanya. Seperti saat ia berinisiatif menyapu teras yang kotor berdebu, baru saja memegang sapu dan menyapu lantai, mertuanya datang dengan mulut mengomel.

“Kamu itu laki, suami, enggak boleh nyapu teras, malu, jadi omongan tetangga nantinya,” kata Dodi meniru omongan mertuanya.

Dodi mulai sering mengeluh bahkan curhat kepada teman-teman di tempat kerja, atas saran temannya, Dodi diminta untuk tegas sebagai suami.

“Saya maksa istri buat pindah, eh malah nangis kejer, kedengerangan mertua, dimarahin lagi.”

Dodi semakin kesal, malamnya, saat istri tidur pulas ia membereskan pakaian dan pergi diam-diam dijemput teman dan tinggal di kontrakan temannya.

Besoknya Mirna menelepon mencarinya, bahkan sampai dijemput, tapi Dodi menolak pulang. “Sekarang Alhamdulillah istri udah mau tinggal di kontrakan, ya seminggu sekali pulang ke rumahnya.” (drp)