DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Lelang Randis untuk Bayar Gaji Pegawai

post-img

PANDEGLANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang mulai menghitung kendaraan dinas (randis) untuk dilelang. Upaya tersebut dulakukan untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan Calon Aparatur Sipil Negara (ASN) yang lolos seleksi tahun lalu. 

Sekretaris Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Sunarto mengakui sedang me­lakukan pendataan terhadap randis di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). "Kita sedang mendata randis untuk dilelang. Kita lelang untuk membayar gaji P3K dan CPNS (ASN-red)," katanya kepada Radar Banten, kemarin. 

Selain melelang randis, pihaknya juga sudah melakukan penghitungan untuk refocusing anggaran. Soalnya, pembayaran gaji P3K dan calon ASN tersebut akan dilaku­kan di bulan Oktobet mendatang. 

"Oktober nanti kita bayarkan gajinya, sekarang sedang kita hitung. Kemungkinan besar kita akan lakukan refocusing ang­garan. Ya mau bagaimana lagi, karena me­mang anggaran yang kita miliki tidak ada, mau tidak mau harus melakukan refo­­cusing anggaran," ujarnya. 

Sunarto mengatakan, alasan Pemkab tidak memasukan alokasi anggaran untuk pembayaran gaji tersebut karena dijanjikan ditanggung Pemerintah Pusat. Namun, di tengah perjalanan dibebankan kepada daerah. "Mereka ditetapkan sebagai pegawai di pertengahan tahun anggaran. Nah kita tidak anggarkan karena awalnya dijadikan beban Pusat bukan daerah," ungkapnya. 

Alokasi anggaran yang dibutuhkan setiap bulan untuk membayar gaji ribuan P3K dan CASN dikisaran Rp10 miliar lebih. Saat ini, Pemkab tidak memiliki anggaran lain untuk menutupi kebutuhan anggaran sebesar itu. 

"Hitung-hitungan kasarnya diangka Rp10 miliaran, itu baru hitungan kasar. Tetapi, nggak akan jauh dari hitungan itu, yang ngitungnya BKPSDM," jelasnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Kepega­waian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pan­deglang Mochamad Amri mengakui telah melakukan penghitungan kebutuhan anggaran untuk gaji ribuan pegawai baru tersebut. 

"Sudah kita hitung sejak bulan kemarin. Kita sudah rapatkan dengan semua instansi terkait agar anggaran yang dibutuhkan itu bisa didapatkan. Tetapi memang, kita masih menghitung dulu terkait anggaran yang ada, karena kita nggak punya anggaran sebesar itu," tukasnya.(dib/tur)