DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Target PAD Diskoperindag Rp3,2 Miliar

post-img

Baru Terealisasi 33 Persen

PANDEGLANG -Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Pe­rin­dustrian dan Perdagangan (Disko­perindag) Kabupaten Pandeglang 2022 Rp3,2 miliar. Namun, realisasi penda­patan hingga Juni 2022 baru 33 persen.

"Upaya yang dilakukan dalam menggenjot PAD adalah dengan melaku­kan pengawasan langsung ke pasar-pasar menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Dalam hal ini, ada 12 pasar," kata Kepala Bidang Per­dagangan pada Diskoperindag Pandeglang Juhanes Waluyo kepada Radar Banten, Senin (20/6).

Dijelaskannya, Diskoperindag intensif melakukan monitoring dan evaluasi secara langsung bersama tim ke-12 pasar rakyat. Selain itu juga pihaknya rutin menggelar rapat koordinasi dan evaluasi setiap bulan. 

"Terkait realisasi capaian target PAD yang diterima Diskoperindag Pan­deglang. Hasilnya memang ada kendala yang dihadapi dalam mencapai target PAD," ujarnya. 

Diungkapkan Juhanes, kendala yang dihadapi di lapangan, yakni para pedagang terutama pemilik kios itu masih mengeluhkan pasca Covid-19. Hasil penjualannya di pasar masih sepi. 

"Sehingga membuat pedagang itu membayar sewa kios yang seharusnya dibayar tiap bulan ini meminta keri­nganan untuk dibayarkan tiap triwulan. Artinya di bulan 10 atau Oktober sampai Desember," jelasnya. 

Oleh karena itu, para petugas secara berkala melakukan penagihan secara rutin. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan realisasi pendapatan PAD dari retribusi pasar.

"Harapannya sebelum akhir tahun realisasi target retribusi bisa tercapai," harapnya. 

Dalam upaya memaksimalkan pena­gihan, pihaknya juga sudah membuat surat teguran satu, dua dan tiga kepada para pedagang yang belum bayar sewa kios di beberapa pasar di Pandeglang. Hal ini digunakan untuk mengingatkan para pedagang agar bisa membayar sewa kios tepat waktu dan bisa melunasi kewajibannya. 

"Selain itu kita juga melakukan kerja­sama dengan Bank Indonesia berupa inovasi pembayaran non tunai. Untuk retribusi salar harian, sewa kios dan beberapa restribusi lain itu dilaksanakan dengan non tunai," paparnya. 

Kepala Diskoperindag Pandeglang Suaedi Kurdiatna mengungkap, pendapatan asli daerah dari sektor rekribusi pasar diharapkan dapat digunakan untuk mendukung program pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat."Target PAD dari sektor pasar optimistis dapat mencapai target di akhir tahun nanti," ungkapnya.(mg-01/tur)