Sirosis hati adalah kondisi timbulnya jaringan parut yang parah pada hati. Akibatnya, hati atau liver tidak dapat berfungsi secara normal.
Kondisi ini dapat terjadi akibat berbagai bentuk penyakit dan kondisi hati. Misalnya, hepatitis atau alkoholisme kronis.
Secara alami, sebenarnya hati memang akan membentuk jaringan parut sebagai mekanisme untuk memperbaiki kerusakan, terutama akibat mengonsumsi alkohol atau infeksi.
Namun, jika kerusakan terus berlanjut atau ada kelainan pada hati, jaringan parut yang terbentuk akan semakin banyak dan pada akhirnya mengganggu fungsi hati.
Kerusakan hati akibat kondisi ini umumnya tidak dapat membaik. Tetapi jika sirosis hati terdiagnosis sejak awal dan penyebab yang mendasari terobati, risiko kerusakan lebih lanjut dapat berkurang.
PENYEBAB
Ada dua penyebab sirosis hati yang paling umum. Yakni, infeksi hepatitis kronis dan penyalahgunaan alkohol kronis. Berikut penjelasannya:
1. Alkohol
Risiko sirosis hati dapat meningkat pada tingkat konsumsi alkohol apa pun untuk wanita, yang berarti peminum sedang pun mungkin berisiko.
Bagi pria, risiko sirosis meningkat ketika seseorang minum lebih dari satu kali sehari. Namun, risiko ini akan bervariasi pada setiap orang. Sebab, biasanya sirosis yang terjadi akibat alkohol adalah hasil dari minum berlebihan secara teratur selama bertahun-tahun.
2. Hepatitis
Hepatitis C adalah infeksi virus yang dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada hati.
Individu yang berisiko terkena virus hepatitis jenis ini termasuk mereka yang menggunakan obat suntik illegal, melakukan hubungan seks tanpa kondom atau metode penghalang lainnya, sedang menjalani dialisis ginjal.
Selain hepatitis A, hepatitis B juga menjadi salah satu penyebab sirosis hati.
FAKTOR RISIKO
Risiko seseorang untuk terkena kondisi ini meningkat karena beberapa factor. Misalnya, mengonsumsi alkohol yang berlebihan, terlalu sering begadang dan kurang tidur, terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak, manis, dan makanan yang mengandung banyak pengawet karena jenis makanan ini berbahaya untuk liver atau hati jika terlalu banyak dikonsumsi.
GEJALA
Hati memiliki banyak peran penting pada tubuh. Peran yang paling utama adalah memproduksi zat-zat yang tubuh perlukan seperti protein untuk pembekuan darah dan membuang zat-zat beracun yang dapat berbahaya bagi tubuh seperti obat-obatan.
Ketika seseorang mengidap sirosis hati, kemampuan hati untuk melakukan tugasnya hilang. Itu terjadi akibat berkurangnya sel-sel hati, sedangkan jaringan parut bertambah.
Berikut ini adalah beberapa gejala sirosis hati yang bisa terjadi:
a. Energi turun (kelelahan)
b. Mudah berdarah
c. Mudah memar
d. Kulit gatal
f. Kulit dan bagian putih mata menjadi kuning (jaundice)
g. Terkumpulnya cairan pada rongga perut (asites)
h. Turunnya nafsu makan
i. Mual
j. Bengkak pada tungkai
k. Berat badan turun
l. Pembuluh darah yang berbentuk seperti sarang laba-laba
f. Merah pada telapak tangan
g. Mengecilnya buah zakar
h. Pembesaran payudara pada laki-laki
i. Jika sudah menyebabkan komplikasi pada otak (ensefalopati hepatic), maka mengakibatkan kebingungan dan turunnya kesadaran
DIAGNOSIS DAN PENGOBATAN
Dokter akan mendiagnosis kondisi ini melalui wawancara riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Penting untuk jujur tentang penyalahgunaan alkohol jangka panjang, paparan hepatitis C, riwayat keluarga penyakit autoimun, atau faktor risiko lainnya.
Perawatan atau pengobatan sirosis hati akan tergantung pada penyebab dan tingkat kerusakan hati yang terjadi.
Lalu, benarkah sirosis tidak dapat disembuhkan?
Banyak orang mempertanyakan hal itu. Faktanya, sirosis hati memang tidak dapat sembuh total, tapi bisa diobati.
Tujuan pengobatan sirosis hati adalah untuk menghentikan kerusakan hati dan mencegah komplikasi. Perawatan berfokus berdasarkan penyebab sirosis dan jumlah kerusakan hati.
Apabila sirosis terdiagnosis cukup awal, maka kerusakan dapat berkurang dengan mengobati penyebab yang mendasari atau komplikasi yang muncul.
KOMPLIKASI SIROSIS
Jika darah tidak dapat melewati hati pengidap sirosis, kondisi ini dapat menyebabkan varises esophagus. Yaitu, pembuluh darah abnormal pada bagian bawah saluran antara tenggorokan dan perut.
Kondisi ini memerlukan penanganan karena jika varises esophagus pecah, pembuluh abnormal tersebut dapat menyebabkan perdarahan berat yang dapat membahayakan nyawa.
Jika mengalami tanda dan gejala sirosis, segeralah memeriksakan kondisi ke dokter guna mendapat penanganan yang tepat. Penanganan tepat sejak awal dapat meminimalkan risiko komplikasi serius dari sirosis. (fam/don)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
