DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Tahun Depan Fokus Tangani Sampah

post-img

SERANG – Pemkab Serang pada tahun 2024 akan fokus menangani sampah. Karena produksi sampah di Kabupaten Serang mencapai 1.000 ton per hari dan belum tertangani maksimal. 

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah me­ngatakan, mulai tahun 2024 pi­haknya akan fokus menangani sampah setelah menuntaskan pem­bangunan infrastruktur jalan dan menaikan status jalan desa menjadi jalan Kabu­paten Serang. “Pada catatan DPRD juga 2024 harus fokus penanganan sampah,” katanya, Rabu (22/11).

Tatu mengatakan, upaya untuk penanganan sampah sebenarnya sudah mulai difokuskan sejak tahun ini. Salah satunya dengan mendatang­kan tiga mesin pengolahan sampah yaitu insenerator dan RDF yang nanti­nya akan digunakan di setiap zona. Mesin-mesin itu sedang dilakukan ujicoba. “Di tahun ini kita sudah mu­lai ada 3 mesin pengolahan sampah in­senerator dan RDF itu sudah di­mulai,” terangnya. 

Pihaknya juga akan kembali meng­anggarkan pembelian mesin agar nantinya seluruh zona memiliki mesin pengolahan sampah sendiri. Namun, pihaknya berharap agar nantinya ada investor yang bersedia untuk me­la­ku­kan pengolahan sampah berskala besar lantaran mesin-mesin yang saat ini didatangkan oleh Kabu­paten Serang masih berkapasitas 20 ton. Sementara produksi sampah di Kabupaten Serang mencapai 1000 ton per hari.  

Ia berharap nantinya pengelolaan sampah di Kabupaten Serang bukan hanya menghilangkan sampah saja, melainkan juga ada produk yang dihasilkan dari sampah yang dapat di­jual ke industri. “Kita harap ada dari swasta, tapi mereka tentunya dari sam­pah ini harus bernilai uang. Ini akan kita tawarkan, kan di sini juga ada industri apakah hasil sampah itu ada yang bisa dijual ke industri,” jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bap­pedalitbang) Kabupaten Serang Rachmat Maulana mengatakan, kese­riusan pemerintah Kabupaten Serang dalam penanganan persoalan sampah bukan hanya retorika saja. 

Ia mengatakan, upaya untuk mena­ngani sampah tersebut bahkan ter­muat dalan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Serang tahun 2025-2045. “Karena ada isu persoalan persam­pahan segala macam kita ga mungkin lagi open dumping, kita cari teknologi yang ramah lingkungan, salah satunya yang sekarang sedang dikembangkan, kita ingin di semua zona minimal 5 zona ada mesin pengelolaan sampah,” jelasnya. 

Pihaknya saat ini tengah melakukan upaya klasifikasi terhadap wilayah-wilayah yang berada di 5 zona tersebut. “Kalau sudah dapat kita lihat ini dimana yang masih tinggi, baru kita tambah lagi, kita cari lagi,” tegasnya. (mg-06/jek)