SERANG – Pemkab Serang pada tahun 2024 akan fokus menangani sampah. Karena produksi sampah di Kabupaten Serang mencapai 1.000 ton per hari dan belum tertangani maksimal.
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, mulai tahun 2024 pihaknya akan fokus menangani sampah setelah menuntaskan pembangunan infrastruktur jalan dan menaikan status jalan desa menjadi jalan Kabupaten Serang. “Pada catatan DPRD juga 2024 harus fokus penanganan sampah,” katanya, Rabu (22/11).
Tatu mengatakan, upaya untuk penanganan sampah sebenarnya sudah mulai difokuskan sejak tahun ini. Salah satunya dengan mendatangkan tiga mesin pengolahan sampah yaitu insenerator dan RDF yang nantinya akan digunakan di setiap zona. Mesin-mesin itu sedang dilakukan ujicoba. “Di tahun ini kita sudah mulai ada 3 mesin pengolahan sampah insenerator dan RDF itu sudah dimulai,” terangnya.
Pihaknya juga akan kembali menganggarkan pembelian mesin agar nantinya seluruh zona memiliki mesin pengolahan sampah sendiri. Namun, pihaknya berharap agar nantinya ada investor yang bersedia untuk melakukan pengolahan sampah berskala besar lantaran mesin-mesin yang saat ini didatangkan oleh Kabupaten Serang masih berkapasitas 20 ton. Sementara produksi sampah di Kabupaten Serang mencapai 1000 ton per hari.
Ia berharap nantinya pengelolaan sampah di Kabupaten Serang bukan hanya menghilangkan sampah saja, melainkan juga ada produk yang dihasilkan dari sampah yang dapat dijual ke industri. “Kita harap ada dari swasta, tapi mereka tentunya dari sampah ini harus bernilai uang. Ini akan kita tawarkan, kan di sini juga ada industri apakah hasil sampah itu ada yang bisa dijual ke industri,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Serang Rachmat Maulana mengatakan, keseriusan pemerintah Kabupaten Serang dalam penanganan persoalan sampah bukan hanya retorika saja.
Ia mengatakan, upaya untuk menangani sampah tersebut bahkan termuat dalan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Serang tahun 2025-2045. “Karena ada isu persoalan persampahan segala macam kita ga mungkin lagi open dumping, kita cari teknologi yang ramah lingkungan, salah satunya yang sekarang sedang dikembangkan, kita ingin di semua zona minimal 5 zona ada mesin pengelolaan sampah,” jelasnya.
Pihaknya saat ini tengah melakukan upaya klasifikasi terhadap wilayah-wilayah yang berada di 5 zona tersebut. “Kalau sudah dapat kita lihat ini dimana yang masih tinggi, baru kita tambah lagi, kita cari lagi,” tegasnya. (mg-06/jek)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
