KOPERASI: Menteri Koperasi Ferry Julianto (depan) menyampaikan terkait pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Selasa (24/2).
SERANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatat ada sebanyak 1.551 Koperasi Desa atau kelurahan Merah Putih (KDMP) yang ada di Banten. Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 704 KDMP yang belum memiliki lahan untuk dibangun gerai.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Banten, Deden Apriandhi, saat menghadiri kegiatan Kolaborasi KDMP dengan Program Keluarga Harapan yang dilaksanakan di gerai KDMP Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Selasa (24/2).
Dalam kegiatan tersebut, hadir pula sejumlah menteri dan kepala badan kabinet Merah Putih yakni, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Koperasi Ferry Julianto, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sujatmiko.
Deden mengatakan, di Provinsi Banten setidaknya ada sebanyak 1.551 KDMP. Dari jumlah tersebut ada sebanyak 647 KDMP yang sudah beroperasi. Deden juga mengungkapkan, berdasarkan hasil pendataan yang sudah dilakukan, setidaknya ada sebanyak 847 KDMP yang terdata telah memiliki lahan dan siap untuk dibangun gerai kopdes.
“Artinya sudah ada 55 persen yang telah memiliki lahan yang terdata, sementara 704 belum memiliki lahan,” katanya, Selasa (24/2).
Deden pun merinci wilayah-wilayah yang memiliki pencapaian paling tinggi dalam pemenuhan lahan untuk pembangunan gerai KDMP. Untuk Kota Serang progresnya sudah 87 persen, lalu Kabupaten Lebak 78 persen dan Kota Cilegon mencapai 72 persen. “Lalu untuk Kabupaten Pandeglang progresnya mencapai 61 persen, Kabupaten Tangerang 28 persen, Kota Tangerang 30 persen, dan Tangerang Selatan 11 persen,” ujarnya.
Deden mengucapkan terima kasih karena adanya program pembangunan gerai KDMP dinilai akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di desa. “Pembangunan bisa tersebar lebih merata dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Pemerintah Provinsi Banten optimis keberadaan KDMP akan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Koperasi berencana akan segera menyiapkan regulasi untuk KDMP yang memiliki keterbatasan lahan.
Menteri Koperasi, Ferry Julianto mengatakan, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk mengeluarkan surat pelaksanaan pekerjaan untuk pembangunan fisik gerai KDMP yang memiliki lahan kurang dari 1.000 meter persegi. “Kita akan sesuaikan dengan lokasi yang ada dan kesesuaian ketersediaan lahannya,” katanya kepada Radar Banten, Selasa (24/2).
Menurut Ferry tidak ada Kopdes Merah Putih yang tidak memiliki lahan. Pada dasarnya, setiap koperasi memiliki lahan namun luasannya yang sangat terbatas. “Nanti pembangunannya bisa vertikal, terutama di kelurahan-kelurahan kan relatif lebih susah untuk mendapatkan luasan lahan yang memadai mungkin bisa dibangun fertikal,” tegasnya.
Ia menargetkan, pembangunan 30 ribu gedung KDMP bisa selesai antara bulan Juni hingga Juli 2026. Ia mengaku, hingga saat ini baru ada sekira 1.000 gedung KDMP yang sudah selesai pembangunan gedung nya di Indonesia.
“Di Kabupaten Serang besarkan data baru ada delapan yang sudah selesai pembangunannya. Ini nanti akan dikelola oleh pengurus koperasi desa,” ujarnya.
Ferry pun mengapresiasi KDMP yang berada di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, meskipun belum memiliki gedung mandiri, namun sudah beroperasional dan memiliki omzet hingga Rp150 juta per bulan. Dengan adanya kolaborasi antara KDMP dengan Program Keluarga Harapan (PKH) tentunya akan menambah jumlah anggota KDMP, bahkan akan menerima bagi hasil dari keuntungan yang diberikan. “Sehingga mereka nanti akan bisa membelanjakan barang-barang kebutuhan sehari-hari, kebutuhan pokok ataupun barang-barang bersubsidi di Koperasi Desa Merah Putih,” tegasnya.
Keberadaan KDMP diharapkan akan mampu menjadi sarana untuk meningkatkan perekonomian warga juga bisa makin banyak menyerap produk-produk dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal. “Potensi desa bisa dimaksimalkan, kualitasnnya ditingkatkan sehingga bisa dijual di gerai Koperasi Desa,” ujarnya. (arr/air)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
