DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Angkot Ogah Masuk Terminal Cadasari

post-img

PANDEGLANG - Sopir angkot jurusan Serang-Pandeglang ogah masuk terminal Tipe C Cadadari, Kabupaten Pandeglang. Penyebabnya karena infrastruktur jalan yang menjadi akses ke dalam terminal rusak. 

Diketahui, pembangunan terminal Tipe C Cadasari dibiayai APBD Pandeg­lang Rp1,6 miliar dan dikerjakan CV Trikasa Media Konsultan pada 2017.

Salah seorang sopir angkot Jurusan Nanggor-Pandeglang, Haerudin mengatakan, Terminal Cadasari mulai dioperasikan pada 2018 lalu. 

"Saat pertama kali dibuka ramai angkot masuk sini. Namun kini sepi karena para sopir malas masuk ke dalam terminal," katanya kepada Radar Banten di Terminal Cadasari, Jumat (24/6).

Sopir tidak masuk ke dalam terminal karena lebih nyaman mencari penum­pang di tepi jalan. Ditambah lagi kondisi jalan masuk ke terminal rusak dan calon penumpang tidak mau masuk ke terminal.

"Jadi pada nggak mau masuk terminal. Kalau saja akses jalan bagus terus ra­mai, ya pastinya tanpa disuruh juga para sopir pasti akan masuk ke ter­minal," ungkapnya. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang Tatang Muhtasar membenarkan, sopir angkot tidak mau masuk ke Terminal Cadasari dengan alasan kondisi jalan berlubang. 

"Bangunan Terminal Cadasari masih berfungsi. Hanya saja sekarang kondisinya sepi karena tidak ada angkot yang masuk," terangnya. 

Terminal Cadasari, kata Tatang, di­persiap­kan untuk menampung angkot agar tidak menunggu penumpang di pinggir jalan Raya Serang-Pandeglang. Karena kondisi tersebut kerap m­e­nyebab­kan kemacetan. 

"Secepatnya kita akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk melakukan penanganan jalannya. Supaya sopir angkot mau kembali masuk ke terminal dan tidak lagi ngetem di jalan," ung­kapnya. 

Terpisah, Kepala Bidang Angkutan Umum Dinas Perhubungan Pandeglang Berlyan Henny mengungkapkan, kalau dirinya tidak mengetahui perencanaan konstruksi bangunan Terminal Tipe C Cadasari.

"Karena memang baru menjabat. Setahu saya memang dulu itu sempat beroperasi namun sekarang sepi," jelasnya. 

Terminal Cadasari dioperasikan untuk memudahkan masyarakat serta mencegah angkot ngetem di jalan raya, khususnya angkot jurusan Serang-Pandeglang dan Nanggor-Pandeglang. 

"Namun karena akses jalan rusak membuat para sopir enggan masuk terminal. Ini sebetulnya sangat disayangkan dan tentunya akan kita operasikan kembali agar bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD) dari retribrusi terminal," katanya.(mg-01/tur)