PANDEGLANG - Sopir angkot jurusan Serang-Pandeglang ogah masuk terminal Tipe C Cadadari, Kabupaten Pandeglang. Penyebabnya karena infrastruktur jalan yang menjadi akses ke dalam terminal rusak.
Diketahui, pembangunan terminal Tipe C Cadasari dibiayai APBD Pandeglang Rp1,6 miliar dan dikerjakan CV Trikasa Media Konsultan pada 2017.
Salah seorang sopir angkot Jurusan Nanggor-Pandeglang, Haerudin mengatakan, Terminal Cadasari mulai dioperasikan pada 2018 lalu.
"Saat pertama kali dibuka ramai angkot masuk sini. Namun kini sepi karena para sopir malas masuk ke dalam terminal," katanya kepada Radar Banten di Terminal Cadasari, Jumat (24/6).
Sopir tidak masuk ke dalam terminal karena lebih nyaman mencari penumpang di tepi jalan. Ditambah lagi kondisi jalan masuk ke terminal rusak dan calon penumpang tidak mau masuk ke terminal.
"Jadi pada nggak mau masuk terminal. Kalau saja akses jalan bagus terus ramai, ya pastinya tanpa disuruh juga para sopir pasti akan masuk ke terminal," ungkapnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang Tatang Muhtasar membenarkan, sopir angkot tidak mau masuk ke Terminal Cadasari dengan alasan kondisi jalan berlubang.
"Bangunan Terminal Cadasari masih berfungsi. Hanya saja sekarang kondisinya sepi karena tidak ada angkot yang masuk," terangnya.
Terminal Cadasari, kata Tatang, dipersiapkan untuk menampung angkot agar tidak menunggu penumpang di pinggir jalan Raya Serang-Pandeglang. Karena kondisi tersebut kerap menyebabkan kemacetan.
"Secepatnya kita akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk melakukan penanganan jalannya. Supaya sopir angkot mau kembali masuk ke terminal dan tidak lagi ngetem di jalan," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Bidang Angkutan Umum Dinas Perhubungan Pandeglang Berlyan Henny mengungkapkan, kalau dirinya tidak mengetahui perencanaan konstruksi bangunan Terminal Tipe C Cadasari.
"Karena memang baru menjabat. Setahu saya memang dulu itu sempat beroperasi namun sekarang sepi," jelasnya.
Terminal Cadasari dioperasikan untuk memudahkan masyarakat serta mencegah angkot ngetem di jalan raya, khususnya angkot jurusan Serang-Pandeglang dan Nanggor-Pandeglang.
"Namun karena akses jalan rusak membuat para sopir enggan masuk terminal. Ini sebetulnya sangat disayangkan dan tentunya akan kita operasikan kembali agar bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD) dari retribrusi terminal," katanya.(mg-01/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
