CILEGON - Bangunan pabrik pengolahan sampah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) akan dibangun di area Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung, Kota Cilegon.
Pembangunan pabrik olahan sampah menjadi bahan bakar campuran pembangkit listrik itu hasil kolaburasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Penandatanganan MoU BBJP Pengolahan Sampah Melalui Pembangunan BBJP Plant Bagendung Cilegon akan dilakukan 30 Juni mendatang di Bali. Walikota Cilegon Helldy Agustian pun mengaku sudah menerima undangan tersebut.
“Cilegon akan mendapatkan bantuan berupa bangunan pabrik di Bagendung,” ujar Helldy, Kamis (23/6).
Dijelaskan Helldy, diperkirakan bangunan pabrik pengolahan sampah menjadi BBJP itu akan menelan anggaran Rp10 miliar. Dan seluruh anggaran pembangunan itu sepenuhnya ditanggung oleh PLN.
Dengan kata lain, Kota Cilegon akan memiliki pabrik pengolahan sampah menjadi BBJP tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dijelaskan Helldy, Kota Cilegon menjadi satu-satunya Kota yang diundang dan akan melakukan MoU pada acara tersebut.
Helldy pun menyambut baik hal teresbut, menurutnya, hal itu bisa menjadi solusi bagi pemerintah dalam menyikapi persoalan sampah yang kerap menumpuk di Kota Cilegon.
Terlebih menurut Helldy, dengan adanya MoU itu pemerintah tidak perlu repot menyiapkan anggaran khusus untuk pembangunan pabrik. Dengan kata lain, pemerintah bisa menghemat anggaran dan mempokuskan anggara itu untuk kepentingan masyarakat lainnya.
Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Niaga PT Indonesia Power (IP) Harlen menjelaskan, penandatangan MoU itu pun akan disaksikan oleh jajaran direksi PT PLN dan PT IP, serta dua orang menteri.
“Kota Cilegon beberapa langkah lebih maju,” ujar Harlen.
Dijelaskan Harlen hal itu dilakukan dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan bahan baku biomassa baik untuk program cofiring biomassa PLTU maupun pengembangan Pembangkit Bioenergi.
“Kolaborasi dengan stakeholder terkait untuk membangun rantai pasok penyediaan biomassa sangat diperlukan. Melalui diskusi lintas antara pembeli, pengembang, pemasok, akademisi dan regulator guna membangun kesamaan pemahaman terkait kebutuhan dan kemampuan pasok serta tantangan dalam penyediaan bahan baku biomassa diharapkan mampu mengurai permasalahan dalam menjaga kesiapan pasokan bahan baku biomoasa dalam jangka panjang,” ujarnya. (bam/alt)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
- TRAVELISTA
