DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Pemkab Telusuri Karya Syekh Nawawi Albantani

post-img

SERANG - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kabupaten Serang akan menelusuri karya-karya Syekh Nawawi Albantani. Karya ulama besar asal Kabupaten Serang itu akan dikumpulkan dan menjadi koleksi perpustakaan daerah Kabupaten Serang.

Kepala DPKD Kabupaten Serang Aber Nurhadi mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum mempunyai karya-karya Syekh Nawawi Albantani. Padahal, ulama termasyhur itu berasal dari Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.

"Karya Syekh Nawawi itu jadi rujukan ulama-ulama di dunia, kita sebagai daerah tempat kelahiran beliau harus mempunyai karya itu," kata Aber kepada Radar Banten di ruang kerjanya, Rabu (24/8).

Aber mengatakan, berdasarkan informasi yang ia terima ada 115 karya-karya Syekh Nawawi Albantani. "Kita targetkan semuanya bisa kita dapatkan, kalau karya aslinya memang sulit, tapi minimal kita dapat salinannya," ujarnya.

Dikatakan Aber, karya-karya itu nantinya akan disimpan di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Serang. Sehingga dapat dipelajari oleh masya­rakat Kabupaten Serang.

Untuk menelusuri karya-karya itu pihaknya akan membentuk tim yang melibatkan akademisi. "Ada profesor di UIN Banten yang siap untuk mene­lusurinya, kita akan sounding ke sana," ucapnya.

Menurutnya, penelusuran karya ulama besar itu seiring dengan rencana pembangunan Islamic Center Syekh Nawawi Albantani di Tanara yang dicetuskan oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. "Nanti bisa saja ketika Islamic Center sudah dibangun, karya-karyanya dari hasil penelusuran kita," ucapnya.

Dikatakan Aber, penelusuran karya Syekh Nawawi Albantani ini masuk dalam 100 hari kerja dirinya setelah dilantik menjadi kepala DPKD dua pekan lalu. "Target saya minimal terbentuk tim saja dulu untuk mencari karya-karya Syekh Nawawi Albantani, beliau bukan hanya ulama lokal atau nasional, tapi namanya sudah dikenal di dunia," pungkasnya. 

Di samping itu, pihaknya akan meng­upa­yakan mengakses bantuan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk pembangunan perpustakaan daerah (Perpusda). Kata Aber, di Per­pusnas ada bantuan untuk pem­bangunan Perpusda dengan anggaran Rp10 miliar.

Namun, Pemkab Serang harus menyiapkan lahannya yang sudah bersertifikat. “Saya rencana akan ke Jakarta (ke Perpusnas) untuk mendo­rong bantuan tersebut, tinggal nanti saya sampaikan kepada pimpinan lahannya dimana,” ujarnya.

Menurut Aber, Kabupaten Serang belum mempunyai Perpusda yang representatif. Karena sampai saat ini Perpusdanya masih menyatu dengan kantor DPKD. “Kalau Perpusda sudah dibangun pasti tingkat kunjungan perpustakaan meningkat, daya baca masyarakat juga nanti meningkat,” pungkasnya. (jek)