DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Kopi Lokal Tembus Pasar Ibu Kota

post-img

Beberapa tahun ini eksistensi kopi lokal terus bermunculan. Bahkan, pemasarannya sampai tembus ke luar daerah. Seperti Kopi Dadaman asal Desa Citaman, Kecamatan Ciomas.


M RIDHO (GenRB) - CIOMAS


Tak sulit untuk mengunjungi kedia­man Muhamad Salim, warga Kampung Sibopong, Desa Citaman, Kecamatan Ciomas yang memproduksi kopi. Warga setempat sepertinya sudah mengenal Salim dan profesinya. 

Ketika Gen RB (binaan Radar Banten) mengunjungi kediaman Salim, Rabu (24/8), saat bertanya mencari alamatnya warga langsung menunjukkan dengan tepat. Rumah Salim hanya sekitar 5 menit sampai 10 menit dari Kantor Camat Ciomas.

Di rumah yang sederhana, Salim sed­ang duduk santai sambil menyeruput secangkir kopi. Ia menyambut Gen RB dengan hangat. Setelah berkenalan dan menyampaikan maksud kedata­ngan, Salim pun menawari secangkir kopi. "Ngopi dulu lah, kan kita mau bahas kopi," ujar Salim.

Salim memberi nama kopi buatannya Kopi Dadaman. Nama itu memiliki arti yang cukup sederhana, Kopi dari Citaman yang kemudian disingkat menjadi Dadaman. "Supaya bisa bawa nama daerah saja," ujarnya.

Salim bercerita, ia memulai produksi kopi sejak dua tahun lalu. Sebelumnya, Salim merupakan pekerja serabutan di salah satu pasar di Jakarta. Usaha itu ia mulai berangkat dari hobi me­minum kopi, disamping itu juga untuk memanfaatkan potensi tanaman kopi lokal yang biasanya dijual ke tengkulak saat panen.

Dalam satu bulan, Salim bisa mem­produksi kopi jenis robusta itu sebanyak 40 kilogram. Namun jumlah­nya tentu sesuai dengan pesanan. "Pas bulan puasa bahkan sempat produksi cuma 7 kilogram, namanya usaha pasti naik turun," ujarnya.

Kopi buatan Salim, kini sudah diminati banyak orang. Masyarakat setempat pun biasa mengonsumsi Kopi Dadaman. Selain itu, Salim juga kerap men­dapatkan pesanan dari luar daerah seperti dari Jakarta, Bekasi, Bangka Belitung dan Bogor.

Salim mengaku ingin terus mengem­bangkan usahanya. Namun, ia masih terkendala modal dan belum memiliki tempat produksi yang representatif. Ia berharap pemerintah daerah dapat membantu sehingga bisa menciptakan lapangan kerja.

Kecintaan Salim kepada kopi sudah tidak diragukan lagi. Salim kerap mengikuti berbagai pelatihan hingga menyabet juara di berbagai perlombaan. Salah satunya, mendapatkan juara 2 terbaik se-Provinsi Banten pada ajang lomba citra rasa kopi. 

Salim mengajak kepada masyarakat khususnya kaum muda untuk mencintai produk lokal. "Ayo kita majukan kopi lokal ini, kalau bukan kita siapa lagi," ucapnya. (*)