Beberapa tahun ini eksistensi kopi lokal terus bermunculan. Bahkan, pemasarannya sampai tembus ke luar daerah. Seperti Kopi Dadaman asal Desa Citaman, Kecamatan Ciomas.
M RIDHO (GenRB) - CIOMAS
Tak sulit untuk mengunjungi kediaman Muhamad Salim, warga Kampung Sibopong, Desa Citaman, Kecamatan Ciomas yang memproduksi kopi. Warga setempat sepertinya sudah mengenal Salim dan profesinya.
Ketika Gen RB (binaan Radar Banten) mengunjungi kediaman Salim, Rabu (24/8), saat bertanya mencari alamatnya warga langsung menunjukkan dengan tepat. Rumah Salim hanya sekitar 5 menit sampai 10 menit dari Kantor Camat Ciomas.
Di rumah yang sederhana, Salim sedang duduk santai sambil menyeruput secangkir kopi. Ia menyambut Gen RB dengan hangat. Setelah berkenalan dan menyampaikan maksud kedatangan, Salim pun menawari secangkir kopi. "Ngopi dulu lah, kan kita mau bahas kopi," ujar Salim.
Salim memberi nama kopi buatannya Kopi Dadaman. Nama itu memiliki arti yang cukup sederhana, Kopi dari Citaman yang kemudian disingkat menjadi Dadaman. "Supaya bisa bawa nama daerah saja," ujarnya.
Salim bercerita, ia memulai produksi kopi sejak dua tahun lalu. Sebelumnya, Salim merupakan pekerja serabutan di salah satu pasar di Jakarta. Usaha itu ia mulai berangkat dari hobi meminum kopi, disamping itu juga untuk memanfaatkan potensi tanaman kopi lokal yang biasanya dijual ke tengkulak saat panen.
Dalam satu bulan, Salim bisa memproduksi kopi jenis robusta itu sebanyak 40 kilogram. Namun jumlahnya tentu sesuai dengan pesanan. "Pas bulan puasa bahkan sempat produksi cuma 7 kilogram, namanya usaha pasti naik turun," ujarnya.
Kopi buatan Salim, kini sudah diminati banyak orang. Masyarakat setempat pun biasa mengonsumsi Kopi Dadaman. Selain itu, Salim juga kerap mendapatkan pesanan dari luar daerah seperti dari Jakarta, Bekasi, Bangka Belitung dan Bogor.
Salim mengaku ingin terus mengembangkan usahanya. Namun, ia masih terkendala modal dan belum memiliki tempat produksi yang representatif. Ia berharap pemerintah daerah dapat membantu sehingga bisa menciptakan lapangan kerja.
Kecintaan Salim kepada kopi sudah tidak diragukan lagi. Salim kerap mengikuti berbagai pelatihan hingga menyabet juara di berbagai perlombaan. Salah satunya, mendapatkan juara 2 terbaik se-Provinsi Banten pada ajang lomba citra rasa kopi.
Salim mengajak kepada masyarakat khususnya kaum muda untuk mencintai produk lokal. "Ayo kita majukan kopi lokal ini, kalau bukan kita siapa lagi," ucapnya. (*)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
