DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Relawan PMI Dilatih Tanggap Bencana

post-img

SERANG - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten terus memper­kuat kemampuan relawan dalam kesiapsiagaan bencana. 

Salah satunya secara berkesinam­bungan, sebanyak 480 relawan mengi­kuti Pelatihan Manajemen Tanggap Darurat Bencana (MTDB). 

Pada gelombang pertama 26-29 Juli, akan dilatih relawan dari Kota Tange­rang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabu­paten Tangerang. Gelombang kedua 9-12 Agustus untuk relawan Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Kemudian pada gelombang ketiga pada 23-26 Agustus relawan dari Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang. 

“Pelatihan akan diikuti oleh 480 orang tim satgana, dan masing-masing PMI kabupaten/kota mengirimkan 60 relawan,” kata Ketua Bidang Penangg­ulangan Bencana PMI Banten, Wawan Mulyana di sela-sela pelatihan gelom­bang pertama di Markas PMI Banten, Selasa (26/7/2022). 

Wawan mengungkapkan, sejumlah relawan akan dilatih oleh fasilitator dari PMI pusat, Korem 064/Maulana Yusuf, BPBD Provinsi Banten, dan pendamping dari PMI Banten serta kabupaten/kota. “Setelah pelatihan MTDB selesai, PMI Banten akan melaksanakan simulasi akbar, sekaligus Temu Karya Relawan Daerah atau TKRD,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Ban­ten Ratu Tatu Chasanah menga­takan, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan telah mengamanatkan kepada PMI untuk berperan dalam penanggulangan bencana.

 “Maka kami terus memperkuat pembinaan kepada generasi muda dalam kesiapsiagaan bencana, baik alam maupun sosial,” ujar Tatu usai membuka MTDB PMI Provinsi Banten. 

Menurut Tatu, Provinsi Banten meru­pakan daerah rawan bencana. Setidak­nya dalam tiga tahun terakhir, terjadi bencana tsunami, gempa bumi, longsor, banjir, serta masih terdapat ancaman dari letusan Gunung Anak Krakatau. “Semua relawan harus siap siaga, punya kemampuan dan keteram­pilan dalam penanggulangan bencana. Kita perkuat bersama,” ujarnya. (jek/bie)