DECEMBER 9, 2022
Hukrim

Tewas Ditusuk 21 Kali

post-img

Suami Tikam Istri


SERANG-SP (24), tewas dengan total 21 luka tusuk (sebelumnya disebut delapan luka tusuk) di tubuhnya. 

Perempuan asal Kampung Pabuaran Dua, Desa Malanggah, Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang, itu tewas di tangan sang suami, NN (27).  

“Ada luka yang mengenai dada sebelah kiri, hasil autopsi itu terdapat 21 luka tusukan. Di punggung itu ada sekitar 12 luka tusukan, sisanya di bagian depan,” ungkap Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yudha Satria, Selasa (26/7). 

Yudha menuturkan, insiden berdarah pada Minggu (24/7) sekira pukul 15.30 WIB, itu bermula dari cekcok mulut antara korban dan pelaku. 

NN emosi lantaran sang istri tidak menuruti permintaanmya. “Awalnya disuruh masak telur ternyata tidak dibuat,” ungkap Yudha.

Kemarahan NN semakin menjadi melihat SP justru asyik bermain ponsel. Sembari merampas ponsel, NN menuduh istrinya memiliki pria idaman lain. “Keterangan tersangka bahwa dia curiga istrinya punya pria idaman lain. Dia (pelaku-red) curiga dengan istrinya yang kemana-mana bawa handphone, kemudian ribut,” kata Yudha. 

Pasangan suami istri (pasutri) ini pun terlibat keributan. NN yang makin emosi masuk ke dapur mengambil pisau. Dia memegangi korban dan menikamnya berkali-kali. “Dia (pelaku-red) khilaf, kemudian ambil pisau dapur dan langsung menusuk,” ungkap alumnus Akpol 2002 tersebut. 

Ironisnya aksi sadis NN disaksikan langsung oleh anaknya yang masih berusia lima tahun. Sadar istrinya bersimbah darah, NN panik dan berlari keluar rumah meminta pertolongan warga. “Anaknya yang jadi saksi melihat (kejadian penusukan-red). Melaporkannya (NN-red) kepada warga,” kata mantan Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Banten tersebut. 

Kapolsek Petir Ajun Komisaris Polisi (AKP) Indra Irawan mengatakan, saat dievakuasi, pisau dapur masih menancap di punggung korban.

Sebelumnya, keributan pasutri ini sudah sering terdengar oleh warga. Sehingga saat mendengar keributan dari rumah korban, warga menggubrisnya. “Sudah sering ribut, sudah biasa (terdengar gaduh oleh tetangga-red),” kata Indra. 

Jenazah korban telah dilarikan ke Rumah Sakit Bha­yang­­kara Polda Banten untuk diautopsi. Sementara pelaku sempat bersembunyi di kediaman kerabatnya di daerah Pamarayan. Namun, NN kemudian menye­rah­­kan diri ke Mapolsek Pamarayan. “Sempat me­lari­kan diri ke Pamarayan, habis itu menyerahkan diri (ke kantor Polsek Pamarayan-red),” kata Indra. (fam/nda)