DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Evaluasi Program, Banyak Pengalaman Seru dan Menantang

post-img

SERANG - Setelah dua bulan menja­lani tahap praktik kerja jurnalis, peserta GenRB kini siap diterjunkan ke dunia profesional. Ada banyak pengalaman seru dan menantang yang mereka dapatkan.

Diketahui, GenRB merupakan komu­nitas anak muda yang didirikan oleh Radar Banten. Pesertanya adalah siswa SLTA dan mahasiswa bertalenta melalui hasil seleksi. Mereka dibekali keahlian di bidang jurnalistik, multimedia, dan broadcasting, serta memiliki kesem­patan untuk praktik di Radar Banten dan Banten TV.

Berbekal pengetahuan soal broad­casting, public speaking, jurnalistik dan fotografi yang mereka dapatkan selama menjalani tahap awal pembi­naan, mereka melaksanakan tugas praktik keempat bidang tersebut dengan antusias.

Salah satu peserta GenRB Muhammad Ridho bercerita, untuk bisa mempro­duksi satu karya jurnalistik, dirinya sampai harus masuk ke pedalaman kawasan perkebunan yang minim penduduk di Kecamatan Ciomas, demi bisa bertemu pengolah kopi lokal.

“Seru banget nyari-nyari alamat pe­racik sampai masuk hutan, mana jarang ada orang, tapi pas ketemu langsung diajak ngopi,” kata Ridho kepada Radar Banten saat sesi evaluasi di Aula Graha Pena Radar Banten, Jumat (26/8).

Tapi, praktik itu menjadi pengalaman yang berharga bagi Ridho. “Saya jadi tau ternyata untuk menghasilkan karya jurnalistik itu prosesnya sangat me­nan­tang,” ujarnya.

Peserta lainnya, Ummadatul Jannah me­ngaku mendapat pengalaman berharga saat dirinya harus menjadi host podcast dan mewawancarai nara­sumber seorang pengusaha muda.

“Awalnya shock banget, bingung nanya apa, tapi karena dibimbing dan diajarkan soal briefing, cara ngomong dan melontarkan pertanyaan yang baik, akhirnya bisa juga,” tuturnya.

Redaktur pelaksana (Redpel) Radar Banten Aditya Ramadhan mengatakan, pihaknya sengaja membentuk GenRB agar mempersiapkan generasi muda yang unggul dan memiliki kemampuan di bidang jurnalistik, broadcasting, fotografi dan public speaking.

“Kita ingin membekali anak muda dengan kegiatan yang bermanfaat dan produktif,” katanya. 

Adit mengatakan, para anak muda itu dibekali dengan materi dan praktik langsung ke lapangan. Pola ini dilakukan seperti pendidikan vokasi. “Jadi, ketika mereka nanti lulus kuliah, sudah punya keahlian dan siap bersaing di dunia profesional, dimana pun itu,” pung­kasnya. (drp/jek)