DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Waspada Difteri dan Campak

post-img

Pada rapat Forkopimda di Pendopo Bu­pati Serang juga dibahas soal penyakit difteri dan campak yang mulai mewabah di masyarakat. Penyakit ini rentan menyerang anak-anak. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang drg Agus Sukmayadi menyampaikan, penyakit difteri dan campak sudah masuk kejadian luar biasa (KLB) di Provinsi Banten. 

Ia mengatakan, penyakit ini mirip dengan gejala Covid-19 namun ketika dilakukan tes swab atau PCR hasilnya negatif. “Gejalanya mirip Covid-19, ada infeksi hidung dan tenggorokan serta demam tinggi,” ujar Agus.

Penyakit ini, kata Agus, paling rentan menyerang anak-anak. Namun juga bisa menular ke orang dewasa dan orang tua. “Difteri ini disebabkan oleh bakteri corynebacterium, ini bisa menular tapi bisa disembuhkan,” ujarnya.

Agus mengungkapkan, penyakit difteri di Kabupaten Serang sudah ditemukan di Kecamatan Kramatwatu, Kibin, dan Kecamatan Kragilan. Pihaknya mengaku sudah melakukan vaksin masal di Kecamatan Kibin supaya tidak terjadi penyebaran. 

Kemudian, untuk penyakit campak juga gejalanya sama dengan Covid-19. Penyebab penyakit ini yakni virus paramyxovirus. Pihaknya sudah menemukan penyakit ini di Kecamatan Tirtayasa dan Kecamatan Padarincang dengan jumlah 62 kasus.

Dikatakan Agus, penyakit campak muncul karena ada penurunan capaian imunisasi rutin pada 2020-2021. “Penyakit difteri dan campak ini dapat dicegah dengan imunisasi,” ujarnya. 

Pihaknya sudah menggencarkan imunisasi melalui program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). “Dari target 102 ribu anak kita sudah mencapai 93 persen,” ujarnya. 

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meminta Dinkes untuk terus memantau perkembangan dua penyakit ini supaya tidak terjadi wabah yang serius. 

“Kalau mendengar laporan dari Direktur RSDP, presentasi pasien difteri dan campak yang dirawat masih minim, tapi tetap Dinkes harus terus pantau,” pungkasnya. (jek)