DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Lewati 13 Tanjakan yang Menantang

post-img

SERANG - Sebanyak 750 crosser mengikuti event Komunitas Trail Ciko­lelet (KTC) Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Sabtu (27/8).

Ratusan trailer dari berbagai daerah itu menempuh trek sepanjang 12 kilo­meter. Dimulai dari Lapangan Desa Ciko­lelet, para crosser menyusuri trek yang sudah dibuat oleh panitia. Mereka melewati 13 tanjakan yang cukup curam. Tak sedikit para crosser yang gagal melewati tanjakan karena cukup menantang.

KTC merupakan salah satu rangkaian Festival Desa Wisata Cikolelet (FDWC). Event ini sudah dimulai sejak awal Agus­tus dan akan ditutup pada akhir bulan ini.

Kepala Desa Cikolelet Ojat Darojat mengatakan, trek yang dibuat melewati berbagai destinasi wisata di Desa Cikolelet. Seperti Puncak Cibaja, Puncak Pilar, Curug Lawang, dan berbagai destinasi wisata lainnya.

Kata Ojat, trek yang disiapkan panitia lebih menantang dari yang lainnya. Karena ada 13 tanjakan yang tidak semua crosser bisa melewati. "Ada beberapa yang putar balik karena tidak bisa melewati tanjakan, tapi rata-rata dari mereka sudah profesional, bahkan ada crosser yang dijuluki raja tanjakan dari Bandung," ujarnya.

Ia mengatakan, selain crosser lokal, ba­nyak juga dari luar daerah yang me­ngikuti event tersebut. Antara lain dari Bandung, Lampung, hingga Jog­jakarta. 

Dikatakan Ojat, konsep trail adventure ini sangat diminati. Ke depan, pihaknya akan menjadikan ini sebagai salah satu destinasi wisata atraksi sehingga dapat menghasilkan untuk kas desa. 

Anggota DPR RI Tubagus Haerul Jaman yang hadir pada acara tersebut mengapresiasi kegiatan itu. Menurutnya, event itu sebagai sarana untuk mem­bangun kekompakan.

Mantan Walikota Serang ini menga­takan, KTC juga merupakan ajang untuk mempromosikan desa wisata. Di Desa Cikolelet banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi. 

Menurutnya, perkembangan desa wisata harus didukung oleh semua pihak. "Melalui desa wisata ini diha­rapkan desa dapat berkembang hingga menjadi desa mandiri," ujarnya. 

Salah satu peserta KTC Asep Awaludin mengatakan, pada event KTC trek yang disiapkan oleh panitia cukup menan­tang. Bahkan, dirinya tidak bisa mengikuti hingga selesai karena tanjakannya yang curam. “Saya sampai setengah jalan, treknya memang cukup menantang,” katanya.

Ia berharap event seperti itu dapat terus digelar. Karena banyak komunitas motocross yang siap berpartisipasi. “Event ini sangat efektif untuk menarik kunjungan wisatawan, karena kom­nitas motocross dari berbagai daerah datang ke sini,” pungkasnya. (jek)