SERANG - Sebanyak 750 crosser mengikuti event Komunitas Trail Cikolelet (KTC) Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Sabtu (27/8).
Ratusan trailer dari berbagai daerah itu menempuh trek sepanjang 12 kilometer. Dimulai dari Lapangan Desa Cikolelet, para crosser menyusuri trek yang sudah dibuat oleh panitia. Mereka melewati 13 tanjakan yang cukup curam. Tak sedikit para crosser yang gagal melewati tanjakan karena cukup menantang.
KTC merupakan salah satu rangkaian Festival Desa Wisata Cikolelet (FDWC). Event ini sudah dimulai sejak awal Agustus dan akan ditutup pada akhir bulan ini.
Kepala Desa Cikolelet Ojat Darojat mengatakan, trek yang dibuat melewati berbagai destinasi wisata di Desa Cikolelet. Seperti Puncak Cibaja, Puncak Pilar, Curug Lawang, dan berbagai destinasi wisata lainnya.
Kata Ojat, trek yang disiapkan panitia lebih menantang dari yang lainnya. Karena ada 13 tanjakan yang tidak semua crosser bisa melewati. "Ada beberapa yang putar balik karena tidak bisa melewati tanjakan, tapi rata-rata dari mereka sudah profesional, bahkan ada crosser yang dijuluki raja tanjakan dari Bandung," ujarnya.
Ia mengatakan, selain crosser lokal, banyak juga dari luar daerah yang mengikuti event tersebut. Antara lain dari Bandung, Lampung, hingga Jogjakarta.
Dikatakan Ojat, konsep trail adventure ini sangat diminati. Ke depan, pihaknya akan menjadikan ini sebagai salah satu destinasi wisata atraksi sehingga dapat menghasilkan untuk kas desa.
Anggota DPR RI Tubagus Haerul Jaman yang hadir pada acara tersebut mengapresiasi kegiatan itu. Menurutnya, event itu sebagai sarana untuk membangun kekompakan.
Mantan Walikota Serang ini mengatakan, KTC juga merupakan ajang untuk mempromosikan desa wisata. Di Desa Cikolelet banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi.
Menurutnya, perkembangan desa wisata harus didukung oleh semua pihak. "Melalui desa wisata ini diharapkan desa dapat berkembang hingga menjadi desa mandiri," ujarnya.
Salah satu peserta KTC Asep Awaludin mengatakan, pada event KTC trek yang disiapkan oleh panitia cukup menantang. Bahkan, dirinya tidak bisa mengikuti hingga selesai karena tanjakannya yang curam. “Saya sampai setengah jalan, treknya memang cukup menantang,” katanya.
Ia berharap event seperti itu dapat terus digelar. Karena banyak komunitas motocross yang siap berpartisipasi. “Event ini sangat efektif untuk menarik kunjungan wisatawan, karena komnitas motocross dari berbagai daerah datang ke sini,” pungkasnya. (jek)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
